nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Perayaan Imlek, Penjualan Kim Cua Meningkat 10%

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 20:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 23 320 2157320 jelang-perayaan-imlek-penjualan-kim-cua-meningkat-10-Jax7UBieNu.jpg Penjual Kim Cua (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020, penjualan Kim Cua atau kertas emas yang juga diartikan sebagai uang dewa alami peningkatan. Di mana digunakan untuk perlengkapan persembahyangan di tempat ibadah umat Tridharma Hong Tik Hian Surabaya, laris terjual.

Penjualan Kim Cua yang dibuat dalam aneka bentuk ini meningkat hingga 10 persen, dibandingkan hari biasa. Tak jarang dalam sehari kertas Kim Cua mampu terjual hingga ribuan lembar.

 Baca juga: Jelang Imlek, Pedagang Pernak-pernik Ngeluh Hanya Kantongi Omzet Rp10 Juta

Di hari biasa, penjual kertas Kim Cua di Klenteng Hong Tik Hian yang berada di Jalan Dukuh Surabaya hanya menghabiskan 100 sampai 1000 lembar saja.

Sementara jelang perayaan Imlek tahun ini, dalam sehari mereka dapat menghabiskan hingga 2500 lembar kertas Kim Cua. Untuk bentuk yang paling sering dipesan oleh para pesembahyang, yakni bentuk teratai.

 Baca juga: Tahun Baru Imlek, Harga Cabai Rawit Merah Anjlok hingga Rp16.400/Kg

Harga kertas Kim Cua pun cukup bervariasi, tergantung kekuatan ekonomi para jemaat Klenteng. Untuk Kim Cua berbentuk teratai biasa dijual dengan harga Rp5.000. Sedangkan bentuk teratai emas dan nanas biasa dijual Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Sementara untuk bentuk perahu naga biasa dijual dengan harga cukup fantastis, yakni sekitar Rp1 juta sampai Rp1,2 juta.

Mustofa, salah satu pedagang kertas Kim Cua mengaku, menjelang Tahun Baru Imlek ini penjualan uang dewa miliknya laris manis. Bahkan dalam sehari, ia mampu menjual hingga puluhan dus berisi ribuan lembar Kim Cua.

 Baca juga: 6 Kunci Sukses Miliarder Keturuan Tionghoa: Kerja Keras hingga Berani Investasi

Tidak hanya kertas Kim Cua, lilin merah yang diyakini menjadi penerang hoki bagi umat Tridharma ini pun juga mengalami peningkatan penjualan dibandingkan dengan hari-hari biasa.

"Kalau lilin merah berukuran sedang yang biasa dibeli para pesembahyang harganya 750 ribu rupiah. Untuk lilin merah yang paling mahal setinggi 2 meter harganya ya bisa sampai 18 hingga 20 jutaan mas," terang Mustofa, Kamis (23/1/2020).

Lilin merah seharga Rp 20 juta, kata Mustofa, biasanya telah dipesan terlebih dahulu oleh para pembelinya. Mayoritas para pembeli adalah para bos yang ingin selalu hoki dan mendapat banyak rezeki.

"Lilin tersebut diyakini warga Tionghoa sebagai penerang kehidupan, baik hoki maupun rezeki," papar Mustofa.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini