JAKARTA - Ada 2 (dua) aspek penting untuk rencana pemindahan maupun pembangunan ibu kota yang baru yaitu kelembagaan dan pembiayaan. Kedua hal itulah yang belakangan menjadi perhatian publik dan di lingkungan internal birokrasi pemerintah sendiri.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), Himawan Hariyoga, dalam Forum tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan (Bakohumas) yang diselenggarakan di ruang Nissi 1-2 Hotel J.S Luwansa, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Ibu Kota Baru Punya Kawasan Khusus seperti Silicon Valley
Dalam diskusi yang mengangkat tema, “Progres Kebijakan Pemindahan Ibu Kota Negara,” Sestama Bappenas menyampaikan bahwa tidak semuanya mempunyai informasi dan kepahaman yang sama mengenai aspek pemahaman dan regulasi serta pembiayaan pembangunan ibu kota baru negara ini. Tim koordinasi strategis, menurut Himawan, mempunyai 9 kelompok kerja yang berisi wakil-wakil dari kementerian/lembaga maupun non kementerian dan sejak 2019 telah bekerja melakukan pengumpulan informasi dan melakukan diskusi.
”Saat ini sudah sebagian besar siap untuk mendiseminasikan atau sharing informasi yang dimilikinya kepada publik,” ujarnya dilansir dari laman Setkab, Kamis (6/2/2020).