Anak Usaha Jasa Marga Berencana IPO, untuk Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 278 2165110 anak-usaha-jasa-marga-berencana-ipo-untuk-apa-XlhP2OpYXU.jpg Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana untuk melepas salah satu anak usahanya yakni PT Jasamarga Trans Jawa Tol ke lantai bursa saham alias Initial Public Offering (IPO). Saat ini, perseroan sedang melakukan persiapan-persiapan untuk bisa sesegera mungkin melantai di bursa.

Corporate Secertary PT Jasa Marga (Persero) Mohamad Agus Setiawan mengatakan saat ini memang belum ada jadwal pasti kapan IPO bisa dilakukan. Hanya saja, persiapan-persiapan menuju arah sana sedang dipersiapkan.

"Tapi belum kita tentukan jadawalnya. Jadi jadwal IPO kan belum, tapi arah kita sudah clear," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%

Menurut Agus, pihaknya optimis proses IPO bisa berjalan dengan lancar. Sebab, saat ini jalan tol Trans Jawa sudah beroperasi dan menyambung seluruhnya sehingga bisa menjadi penghasilan bagi anak usaha Jasa Marga tersebut.

Apalagi anak usaha jasa marga ini memiliki nilai aset yang fantastis. Dari total Aset perseroan sekitar Rp100 triliun, setengahnya merupakan aset dari Jasamarga Trans Jawa Tol.

"Trans Jawa km sub holding. Itu kan semuanya sudah menghasilkan artinya kalau ada holdingnya yang dikelompokkan Trans Jawa," ucapnya.

Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen  

Nantinya lanjut Agus, perseroan akan menggunakan dana IPO tersebut untuk pengembalian pinjaman. Meskipun Agus belum menyebutkan total dana yang akan diincar oleh perseroan.

"Iya untuk pengembalian pinjaman segala macam. Yang jelas itu untuk perusahaan bagus banget bisa besar pengembalian besar," ucapnya.

Selain itu lanjut Agus, banyak manfaat lain yang bisa didapatkan oleh perseroan. Misalnya akan lebih mudah untuk mendapatkan pembiayaan investasi untuk bangun jalan tol karena dapat pembiayaan dari berbagai sumber.

Mengingat lanjut Agus, jika dibandingkan dengan pinjaman ke Bank, dana IPO jauh lebih menguntungkan. Di sisi lain, untuk mendapatkan pinjaman bank juga tidak mudah karena ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

"Itu tuh kita mendapatkan dana yang cukup besar dan akan dikembalikan itu setiap tahun. Melalui dividen artinya dari sisi pembiayaan akan sangat baik bagi perusahaan dibanding dengan saya pinjam dari bank dengan bunga 10% kemudian harus kita kembalikan tuh pokoknya dengan bunganya," jelasnya.

Selain itu lanjut Agus bunga dan pengembalian pinjamannya jauh lebih besar. Sedangkan jika IPO biasanya akan dilakukan setiap tahun dan besarannya relatif karena disesuaikan dengan pendapatan.

"Karena apa? karena perbankan itu memberikan pinjaman jangka waktunya panjang. Biasanya 10 tahun. Kalau IPO kan pengembaliannya relatif dan setiap tahun . Dan di sesuaikan setiap tahun dapat dividen sehingga dari sisi pembiayaan IPO jadi alternatif yang paling baik," kata Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini