nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Arab Saudi Minta Tenaga Kerja dari RI, Keselamatan Pekerja Dijamin

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 06:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 07 320 2165082 fakta-arab-saudi-minta-tenaga-kerja-dari-ri-keselamatan-pekerja-dijamin-sxhxTEyAaO.jpg TKI. Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi meminta kepada pemerintah Indonesia untuk kembali mengirim tenaga kerjanya. Hal ini dikarenakan kebutuhan tenaga kerja asal Indonesia saat ini sudah sangat mendesak. Apalagi menjelang momentum bulan Ramadhan 1441 H yang jatuh pada akhir April 2020 nanti.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi mengharapkan proses ini bisa secepatnya dibuka kembali untuk pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi.

Berikut ini Okezone rangkum beberapa fakta terkait Permintaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi, Sabtu (8/2/2020)

Baca Juga: 1 WNI di Singapura Positif Korona, Menaker Minta Pekerja Tak Panik

1. Menjadi Tenaga Terfavorit

Menurut Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi, dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lain, pekerja asal Indonesia masih menjadi favorit. Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain yang mengirimkan pekerjanya juga ke Arab Saudi.

2. Kecocokan dari Segi Budaya

Esam A Abid Althagafi juga mengatakan, salah satu alasannya adalah karena ada kecocokan dari segi budaya dan kultur antara Indonesia dengan Arab Saudi. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi agama islam terbesar di dunia.

"Kami sudah kerja sama dengan negara lain. Tapi PMI tetap tak tergantikan, karena masyarakat Saudi sudah memiliki kecocokan dari segi kultur budaya maupun sebagai sesama muslim," ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/2/2020).

 Baca Juga: Viral Pesan Berantai Turis China Suspect Virus Korona di Manado, Ini Faktanya

3. Menjamin Keselamatan PMI

Ia juga menyebutkan jika pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan menjamin keselamatan dari para pekerja asal Indonesia. Bahkan kerjaan Arab Saudi siap memberikan perlindungan kepada para pekerja migran yang bekerja di sana.

"Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan diri secara serius memberikan perlindungan kepada PMI," ucapnya

4. Meminta Maaf Atas Kejadian Kekerasan dalam Beberapa Tahun Terakhir

Esam mewakili Kerajaan Arab Saudi mengaku meminta maaf jika memang dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi kasus kekerasan kepada pekerja migran asal tanah air. Dirinya berjanji dalam beberapa tahun ke depan tidak akan lagi terjadi kasus kekerasan kepada tenaga kerja migran asal Indonesia.

5. Pemerintah Bakal Stop Kirim Pekerja Tak Berkompetensi ke Arab Saudi

Kementerian Ketenagakerjaan memastikan akan kembali mengirim tenaga kerja asal Indonesia menuju Arab Saudi. Hanya saja, pekerja yang dikirim menuju Arab Saudi merupakan tenaga kerja yang sudah siap dan terbukti memiliki keahlian untuk dijual.

Oleh karena itu, nantinya proses seleksi tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri akan diseleksi. Hanya mereka yang sudah memiliki sertifikat kompetensi saja lah yang berhak untuk berangkat menuju Arab Saudi.

"Jadi tak semua seperti dulu, semua orang yang ingin berangkat, bisa berangkat. Tapi harus pastikan dulu kompetensi calon PMI yang punya keahlian yang sesuai dengan permintaan, itu yang akan berangkat," ujar Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi mengutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/2/2020).

6. Sistem Seleksi SPSK

Dalam proses rekrutmen ini nantinya, pemerintah akan menggunakan sistem penempatan satu kanal (SPSK) atau One Channel System. Melalui SPSK ini, nantinya tenaga kerja Indonesia ini akan dikelola dan dicarikan bos barunya lewat pihak ketiga.

Saat ini, pekerja migran bekerja langsung di bawah majikan. Tapi dengan SPSK, sistem perjanjian hingga kontrak bagi pekerja migran bukan lagi dengan user yakni pengguna atau majikan, akan tetapi dengan pihak ketiga berbadan hukum yang disebut Syarikah atau perusahaan.

Dengan Syarikah ini, diharapkan akan meningkatkan perlindungan bagi PMI karena kontak fisiknya tak lagi 24 jam dengan majikan. Ada penginapan, ada sistem pagi datang, sore pulang

"Tapi tergantung sifat pekerjaan, jika PMI harus nunggu 24 jam dan harus menginap. Tapi harus ada akses informasi, ponsel, call center dan hotline, " kata Aris.

7. Dibekali BPJS

Aris Wahyudi menambahkan nantinya, para pekerja Indonesia di Arab Saudi juga akan dibekali oleh kartu BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, pemerintah tengah melakukan kerja sama dengan penyelenggara asuransi di Arab Saudi untuk mengatasi hambatan selama ini karena belum adanya kantor cabang BPJS di luar negeri.

"Hambatan ini bisa diatasi dengan kerja sama sehingga bisa memastikan perlindungan dari pekerja migran dari negara kita dan negara penempatan, " ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini