Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IA-CEPA Tingkatkan Investasi dan Akses Pasar RI ke Australia

Hairunnisa , Jurnalis-Senin, 10 Februari 2020 |10:52 WIB
IA-CEPA Tingkatkan Investasi dan Akses Pasar RI ke Australia
Presiden Jokowi melakukan Pertemuan Bilateral di Parliament House Canberra. (Foto: Okezone.com/Setkab)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia dan Australia melaksanakan aksi kemitraan strategis komprehensif untuk 2020-2024. Salah satunya, ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah selesai dilaksanakan dan diharapkan dapat membangkitkan minat investasi daripada Australia.

”Jadi tentu nanti terkait dengan IA-CEPA ini kita ketahui bahwa selama ini investasi dari Australia ini jumlahnya tidak masuk dalam 5 besar. Jadi range-nya antara USD400-700,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari Setkab, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Sepakati IA-CEPA, Presiden Jokowi: Kerjasama RI-Australia Lebih Terarah

Menurut Airlangga, Indonesia dengan Australia diuntungkan dengan thread valasnya ke pihak Australia. ”Tentu diharapkan dengan adanya IA-CEPA ini walaupun bea masuknya akan diturunkan rata-rata dari 5% menjadi 0%. Itu yang akan bisa didorong adalah, satu, tekstil. Kedua, otomotif,” kata Airlangga.

Otomotif sebagaimana diketahui, lanjut Airlangga, Australia mempunyai demand sebesar USD1,1 juta dan produk-produk kendaraan komersial seperti truk ataupun SUV sangat diminati.

Baca Juga: Presiden Ingin Tingkatkan Investasi hingga Perdagangan RI-Australia

”Nah sekarang Indonesia ini sendiri mempunyai kapasitas, tinggal kita bicara dengan produsen-produsen yang di Indonesia sedang di dalam proses supaya bagaimana kita bisa mempercepat tidak hanya yang tercantum di dalam IA-CEPA kan lebih utamanya kepada hybrid dan electric vehicle,” sambung Airlangga.

Di Indonesia sendiri, lanjut Airlangga, hybrid dan electric vehicle baru akan mulai produksi kira-kira tahun 2021. Dia menambahkan bahwa sebelum itu pemerintah akan mendorong supaya yang combustion engine juga masuk karena itu juga masih diminati di Australia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement