Film 'Parasite' Toreh Sejarah di Ajang Oscar, Simak Kisah Sukses sang Sutradara

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 12 320 2167366 film-parasite-toreh-sejarah-di-ajang-oscar-simak-kisah-sukses-sang-sutradara-OzRMLQHaZK.jpg Bong Joon-Ho (Foto: Newspim)

JAKARTA – Sutradara film Parasite Bong Joon-ho membeberkan rahasia kesuksesannya pasca-memboyong empat penghargaan Piala Oscar. Tercatat, film Parasite besutannya berhasil meraih penghargaan sebagai Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Film Berbahasa Asing Terbaik, dan Naskah Asli Terbaik.

Rahasianya dalam membawa film Korea Selatan sebagai pemenang Oscar pertama itu sangatlah sederhana. Bong hanya perlu menjalani hidup dengan sangat sederhana. Gaya hidupnya itu terdiri dari minum kopi, menulis dan tidak bertemu dengan orang banyak atau melakukan rapat.

Baca Juga: Menang Besar di Oscar 2020, Bong Joon Ho: Sulit Dipercaya

Sebelumnya, Bong belajar sosiologi dan mulai membuat film saat di perguruan tinggi. Jauh sebelum menjadi direktur film, Bong lebih fokus pada pekerjaannya dan tetap menjunjung visi kreatifnya.

Saat bekerja diproduksi dilm pertamanya ‘Snowpiercer’, Bong sempat berselisih paham dengan Harvey Weinstein tentang pengeditan aksi-thriller. Ketika Perusahaan Weinstein membeli hak distribusi film pada tahun 2012, produser menuntut memotong sekitar 25 menit dari film.

Baca Juga: Bong Joon Ho dan Firasat Kemenangannya di Oscars 2020

"Itu adalah sesuatu yang gagal," ungkap Bong, melansir CNBC, Jakarta, Rabu (12/2/2020). “Pada saat itu saya hanya menulis film dan tidak pernah melakukan pengeditan.”

Setelah perseteruan antara Bong dengan Harvey tercium publik, Weinstein memindahkan proyek ke perusahaan lain. Kemudian ‘Snowpiercer’ tidak mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat.

Bong mengambil pelajaran ini untuk pekerjaannya berikutnya. Dia bekerja dengan Netflix pada tahun 2017 dengan menjadi sutradara ‘Okja’, sebuah film aksi-petualangan tentang seorang gadis Korea yang memelihara super-babi yang dimodifikasi secara genetik.

Namun sebelum pemutaran film "Okja" di Festival Film Cannes tahun itu, beberapa anggota audiens mencemooh, memicu diskusi mengenai apakah Netflix pantas dianggap sebagai bagian dari industri film.

Sementara itu, Bong mengatakan dia membuat kesepakatan dengan Netflix secara khusus karena studio memberinya kontrol kreatif sepenuhnya. Terlepas dari perdebatan Netflix, karya Bong mendapat pujian kritis.

Sekarang dengan karya terbarunya bernama "Parasite," Bong telah menunjukkan kekreatiftasnya. Film ini mendatangkan USD100 juta atau Rp1,36 triliun (Kurs Rp13.658/USD) ke dalam kantong kekayaan Bong. ‘Parasite’ juga membuatnya mendapatkan penghargaan dari the Academy, British Academy Film Awards, Golden Globe Awards, Cannes Film Festival, dan masih banyak lagi.

Saat pidato penerimaan Oscar untuk sutradara terbaik, Bong berterima kasih kepada rekan-rekannya karena sudah bekerja keras dan menginspirasinya. Dia secara khusus mengutip Martin Scorsese: "Ketika saya masih muda dan belajar sinema, ada ungkapan bahwa saya mengukir jauh ke dalam hati, yaitu," jadilah yang paling kreatif.”

Sebagai film non-Inggris pertama yang memenangkan penghargaan Oscar, Bong mengatakan, dirinya menghormati sesama calon nominasi lainnya seperti Scorsese, Quentin Tarantino, Sam Mendes dan Todd Phillips.

"Ketika orang-orang di AS tidak terbiasa dengan film saya, Quentin selalu memasukkan film saya ke dalam daftarnya," kata Bong. "Dan Todd dan Sam, sutradara hebat yang aku kagumi,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini