nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Fakta Pertemuan Jokowi dengan Mari Elka, Bahas Virus Korona hingga Ekonomi RI

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 10:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 320 2168317 8-fakta-pertemuan-jokowi-dengan-mari-elka-bahas-virus-korona-hingga-ekonomi-ri-TkbM5UDuwq.jpg Jokowi dan Mari Elka (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menominasikan Mari Elka Pangestu untuk menduduki posisi direktur pelaksana Bank Dunia (World Bank). Mari akan resmi bertugas di Bank Dunia mulai 1 Maret 2020.

“Presiden berharap bahwa saya bisa secara reguler meng-update situasi dunia yang saat ini tentunya banyak isu dan banyak tantangan sehingga beliau bisa selalu ter-update mengenai situasi di luar,” kata Mari Elka Pangestu, Selasa 11 Februari 2020.

Baca Juga: Jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, Mari Elka Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Saat bertemu dengan Presiden, Mari Elka mengucapkan terima kasih karena telah dinominasikan untuk posisi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Dalam pertemuan juga membahas yang menjadi pekerjaannya saat di Bank Dunia.

Berikut Okezone sudah mengumpulkan fakta-fakta Mari Elka betemu Presiden Jokowi, Minggu (16/2/2020) :

 

1. Ekonomi Global Masih Tidak Pasti

Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih Mari Elka Pangestu mengatakan, ekonomi global saat ini masih dipenuhi ketidakpastian. Mari menyampaikan bahwa tentu ada tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh negara-negara berkembang dalam mengantisipasi ketidakpastian global, baik dari segi ekonomi maupun isu-isu pembangunan berkelanjutan.

"Kita mengantisipasinya untuk tahun ini terutama prediksinya, pertumbuhan dunia akan lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya karena adanya Coronavirus," kata Mari Elka Pangestu.

Baca Juga: Wabah Virus Korona, Mari Elka: Pertumbuhan Dunia akan Lebih Rendah

2. Dalam Ketidakpastian, Langkah yang Dilakukan adalah Reformasi Struktural

Dalam keadaan ketidakpastian, Mari Elka Pangestu melakukan reformasi di struktural seperti yang menjadi program prioritas Presiden saat ini, itulah sebetulnya langkah yang paling tepat untuk dilakukan saat ini.

“Kalau kita lihat isu pembangunan dan bagaimana negara-negara sedang berkembang maupun negara yang maju pun bagaimana menyikapi ketidakpastian,” kata Mari.

Tujuannya, menciptakan lapangan pekerjaan baru dan sumber pertumbuhan baru di dalam negeri. "Istilahnya kalau mengutip statementnya Christine Lagarde tahun lalu, saat lagi hujan atap kita sedikit bocor adalah saatnya kita memperbaiki atap kita, itu yang dimaksud adalah program reformasi struktural yang boleh dikatakan untuk Indonesia saat ini adalah yang prioritas," tuturnya.

3. Bahas Virus Korona

Presiden Joko Widodo dan Presiden dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih Mari Elka Pangestu membahas dampak virus korona terhadap perekonomian. Wabah virus korona diduga akan menghambat laju ekonomi China.

"Kalau virus korona masih belum ada prediksi yang pasti apa yang diperkirakan akan terjadi. Namun, sudah pasti perekonomian China itu pasti akan mengalami penurunan pertumbuhan," ucap Mari.

 

4. Ekonomi China Turun Berdampak ke Negara Lain

Menurut Mari Elka Pangestu , apabila perekonomian China mengalami penurunan, hal tersebut akan menimbulkan dampak bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Meski demikian, dalam pembicaraannya dengan Presiden, Indonesia masih memiliki keuntungan dari besarnya pasar di dalam negeri yang tentunya dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi dampak tersebut.

"Kita punya pasar dalam negeri yang besar. Jadi dalam keadaan seperti ini kita harus melakukan langkah-langkah untuk mengamankan daya beli di dalam negeri," tuturnya

5. Perlu Tindakan di Negara Berkembang

Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih Mari Elka Pangestu menyatakan diperlukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh negara-negara terutama negara berkembang dalam mengantisipasi ketidakpastian global baik dari segi ekonomi maupun isu-isu lain. Prediksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menurun, ditambah lagi adanya virus corona dan sebagainya.

"Jadi sebetulnya asuransi kita sebenarnya adalah wilayah kita sendiri, karena Asia masih mengalami pertumbuhan," ujarnya.

6. Pentingnya untuk Melanjutkan Program Integrasi Ekonomi Asean

Mari Pangestu melanjutkan, saat ini penting untuk melanjutkan proses ataupun program integrasi ekonomi yang terjadi di ASEAN seperti Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) yang melibatkan Asean dengan enam negara yang lain.

"Jadi intinya walaupun ada ketidakpastian perdagangan di dunia, kita sebagai wilayah tetap terus melanjutkan proses keterbukaan maupun integrasi ekonomi yang terjadi di kawasan kita karena itu akan menjadi sumber pertumbuhan baru juga kan. Itu salah satu juga yang kita bahas tadi (bersama Presiden Jokowi)," tuturnya.

 

7. Ekonomi RI Tetap Berada di 5%

Mari Elka Pangestu yang menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih angkat bicara soal ekonomi Indonesia di Kuartal I-2020. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di 5% di awal tahun 2020.

Dia mengharapkan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5%. Baik di bawah maupun di atas sedikit. "Minimal masih di 5% dan ini kan menjelang puasa dan lebaran," ujarnya.

 

8. Indonesia Harus Mencari Sumber Bahan Baku Lain

 

Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih Mari Elka Pangestu mengatakan, Indonesia sebaiknya tidak bergantung pada impor bahan baku dari China. Indonesia harus mencari sumber bahan baku lain, misalnya dari dalam negeri.

"Kalau dari sisi impor, terputusnya rantai pasok karena adanya virus korona ini juga berarti kita harus mencari sumber lain ataupun sumber dari dalam negeri. Mungkin itu juga akan mendorong insentif untuk peningkatan investasi untuk menggantikan keperluan impor untuk industri (dalam negeri) yang kita perlukan," katanya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini