JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menominasikan Mari Elka Pangestu untuk menduduki posisi direktur pelaksana Bank Dunia (World Bank). Mari akan resmi bertugas di Bank Dunia mulai 1 Maret 2020.
“Presiden berharap bahwa saya bisa secara reguler meng-update situasi dunia yang saat ini tentunya banyak isu dan banyak tantangan sehingga beliau bisa selalu ter-update mengenai situasi di luar,” kata Mari Elka Pangestu, Selasa 11 Februari 2020.
Baca Juga: Jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, Mari Elka Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
Saat bertemu dengan Presiden, Mari Elka mengucapkan terima kasih karena telah dinominasikan untuk posisi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Dalam pertemuan juga membahas yang menjadi pekerjaannya saat di Bank Dunia.
Berikut Okezone sudah mengumpulkan fakta-fakta Mari Elka betemu Presiden Jokowi, Minggu (16/2/2020) :
1. Ekonomi Global Masih Tidak Pasti
Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih Mari Elka Pangestu mengatakan, ekonomi global saat ini masih dipenuhi ketidakpastian. Mari menyampaikan bahwa tentu ada tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh negara-negara berkembang dalam mengantisipasi ketidakpastian global, baik dari segi ekonomi maupun isu-isu pembangunan berkelanjutan.
"Kita mengantisipasinya untuk tahun ini terutama prediksinya, pertumbuhan dunia akan lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya karena adanya Coronavirus," kata Mari Elka Pangestu.
Baca Juga: Wabah Virus Korona, Mari Elka: Pertumbuhan Dunia akan Lebih Rendah
2. Dalam Ketidakpastian, Langkah yang Dilakukan adalah Reformasi Struktural
Dalam keadaan ketidakpastian, Mari Elka Pangestu melakukan reformasi di struktural seperti yang menjadi program prioritas Presiden saat ini, itulah sebetulnya langkah yang paling tepat untuk dilakukan saat ini.
“Kalau kita lihat isu pembangunan dan bagaimana negara-negara sedang berkembang maupun negara yang maju pun bagaimana menyikapi ketidakpastian,” kata Mari.
Tujuannya, menciptakan lapangan pekerjaan baru dan sumber pertumbuhan baru di dalam negeri. "Istilahnya kalau mengutip statementnya Christine Lagarde tahun lalu, saat lagi hujan atap kita sedikit bocor adalah saatnya kita memperbaiki atap kita, itu yang dimaksud adalah program reformasi struktural yang boleh dikatakan untuk Indonesia saat ini adalah yang prioritas," tuturnya.