nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RUPST Bank Mantap Setujui Susunan Dewan Komisaris & Direksi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 08:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 15 11 2168831 rupst-bank-mantap-setujui-susunan-dewan-komisaris-direksi-8Dxiyu0QIj.jpeg Foto: Okezone

BALI - Selain mengagendakan pembagian deviden, pergantian pengurus, dan mensahkan laporan keuangan tahun 2019, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) tahun buku 2019, yang berlangsung di Movenpick Hotel, Jimbaran-Bali,juga menyetujui susunan Dewan Komisaris dan Direksi.

Sebagaimana yang diusulkan oleh pemegang saham dan telah mendapat rekomendasi dari Komite Renumerasi dan Nominasi maka disetujui pemberhentian dengan hormat Tedhi Chrystanto yang mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Independen perseroan sebagaimana yang diajukan pada surat tertanggal 10 Januari 2020.

Sementara,  Nurkholis Wahyudi ditarik penugasannya sebagai Direktur Perseroan oleh PT Bank Mandiri (persero) Tbk berdasarkan surat tertanggal 16 Januari 2020. Khusus untuk Iwan Soeroto telah berakhir masa kabatannya pada penutupan rapat umum pemegang saham tahunan yang diselenggarakan di tahun 2020. Selanjutnya, Iwan Soeroto diangkat kembali sebagai direktur perseroan terhitung efektif sejak berakhirnya RUPST hingga 2023.

Selain itu, jajaran direksi diperkuat dengan kehadiran Agus Sanjaya sebagai Direktur Perseroan yang efektif bekerja setelah dinyatakan fit and proper oleh OJK. Dengan demikian susunan anggota dewan komisaris perseroan yang efektif sejak penutupan RUPS tahun buku 2019 terdiri dari Komisaris Utama dijabat Abdul Rachman, Komisaris dijabat Agus Haryanto, ditambah 2 Komisaris Independen yaitu Sukoriyanto Saputro dan Zudan Arif Fakrulloh. Sementara, susunan Direksi terdiri dari Direktur Utama dijabat Josephus K. Triprakoso, ditambah 3 direktur lainnya masing-masing Paulus E. Suyatna, Iwan Soeroto, serta Agus Sanjaya.

“Dengan adanya pergantian komisaris, di mana komisaris Bank Mantap pindah ke bank lainnya, ini tentu mengindikasikan kualitas sdm Bank Mantap sudah mulai di lirik bank-bank lainnya. Pergantian ini jangan diartikan nantinya bank mantap kehilangan Dream Teamnya, karena kita semua baik jajaran dewan komisaris maupun direksi tetap solid,” ungkap Josephus K. Triprakoso.

Josephus K. Triprakoso menerangkan, di tahun 2020 tantangan yang akan dihadapi Bank Mantap semakin komplek karena persaingan semakin ketat ditambah pertumbuhan ekonomi di dalam negeri maupun global yang tak terlalu signifikan. Ini tentu mendorong banyak bank untuk menggarap pensiunan  sebagai pasar potensial, karena mungkin melihat npl yang tidak terlalu tinggi. Itu artinya kedepan Bank Mantap akan bersaing dengan bank-bank lainnya, yang dulu tak bermain di segmen pensiunan. Selain itu, Bank Mantap juga menjadi salah satu bank yang menjadi penyalur kredit usaha rakyat yang diperuntukkan bagi pensiunan maupun mikro.

“Meski menjadi penyalur KUR, dipastikan fokus Bank Mantap tak akan terganggu karena selain menggarap pensiunan, Bank Mantap berupaya menarik segmen mikro dan retail dan salah satu penetrasi mikronya melalui program kur tersebut, terutama di area yang tak bersinggungan dengan induk Bank Mantap karena induk juga bermain di KUR,”  tambah Josephus K. Triprakoso.

Keseriusan Bank Mantap menggarap KUR pensiun dibuktikan dengan mulai menyasar pinjaman KUR hingga nominal Rp 25 juta hingga Rp 50 juta dari  target rp 50 miliar. Sementara, untuk nasabah komunitas hingga saat ini belum ada penambahan karena masih terfokus pada pengembangan produk untuk pensiunan. (cm)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini