Awal Tahun 2020, Neraca Dagang Defisit hingga USD864 Juta

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 20 2169589 awal-tahun-2020-neraca-dagang-defisit-hingga-usd864-juta-TYR51S0riR.jpg Kontainer (Reuters)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2020 mengalami defisit sebesar USD864 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang defisitnya mencapai USD1,06 miliar.

"Secara tahunan, defisit neraca perdagangan Januari 2020 diperkirakan sebesar USD864 juta, masih lebih baik dibanding defisit posisi Januari 2019 yang sebesar USD1,06 miliar," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).

 Baca juga: Dampak Virus Korona Belum Berpengaruh pada Neraca Perdagangan RI di Awal Tahun

Adapun angka impor mencapai USD14,28 miliar pada Januari 2020. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 1,60% yang mencapai USD14,51 miliar.

Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami penurunan 4,78%. Adapun pada periode Januari 2019 lalu, impor Indonesia mencapai USD14,99 miliar.

 Bac juga: Neraca Dagang Januari 2020 Diprediksi Surplus USD67 Juta

Sementara ekspor mencapai USD13,41 miliar pada Januari 2020. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 7,15% yang mencapai USD14,45 miliar. Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami penurunan 3,17%. Pada periode Januari 2019 lalu, ekspor USD13,93 miliar.

Kontribusi terbesar dari ekspor di Januari berasal dari sektor nonmigas dengan angka mencapai USD12,61 miliar atau menyumbang 93,99% . Sementara untuk ekspor migas hanya mencapai USD810 juta saja.

 Baca juga: Presiden Jokowi Soroti Impor Baja: Salah Satu Sumber Defisit Neraca Dagang

Sementara kontribusi terbesar dari impor di Januari berasal dari sektor non migas dengan angka mencapai USD12,79 miliar atau menyumbang 93,99%. Sementara untuk impor migas hanya mencapai USD1,99 miliar.

"Komposisi masih belum berubah peran golongan bahan baku dan penolong berkontribusi 74,09% dari total impor Januari 2020," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini