Dampak Virus Korona Belum Berpengaruh pada Neraca Perdagangan RI di Awal Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 320 2169538 dampak-virus-korona-belum-berpengaruh-pada-neraca-perdagangan-ri-di-awal-tahun-vMNisUr6b1.jpeg Kegiatan Ekspor dan Impor di Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Dampak virus corona diprediksi belum berdampak pada perdagangan di awal tahun ini. Diprediksi dampaknya akan sangat terasa selama Februari 2020.

Pengamat Ekonomi atau Ekonom dari Bank Permata Joshua Pardede, permintaan impor bahan baku dari Tiongkok belum meningkat tajam di awal tahun dan mengingat inventory atau supply bahan baku masih cukup untuk memenuhi permintaan produksi industri. Artinya dampak dari virus corona belum cukup signifikan.

Baca Juga: Neraca Dagang Januari 2020 Diprediksi Surplus USD67 Juta

"Namun demikian, dampaknya akan lebih signifikan mempengaruhi sekitar bulan Februari dan Maret dan akan berpengaruh besar terhadap defisit transaksi berjalan pada kuartal I tahun 2020," ucap Joshua, dalam kepada Okezone, Senin (17/2/2020).

Sementara itu pengamat ekonomi Indef Bhima Yudistira memprediksi, jika neraca dagang di Januari bakal mengalami defisit sebesar USD700 hingga 900. Defisit dipengaruhi oleh menurunnya laju ekspor karena pasar China terdampak virus corona, dan shutdown industri China di beberapa tempat.

"Ketidakpastian perang dagang AS China dan efek Brexit membuat laju ekspor ke negara tujuan utama melambat," ucapnya.

Baca Juga: Menko Luhut Ungkap Upaya RI Tekan Defisit Neraca Perdagangan di Depan Bos IMF

Sementara dari sisi impor, meskipun terjadi gangguan distribusi secara global akibat virus corona diperkirakan impor migas masih cukup tinggi. Meskipun jika dibandingkan dengan tahun 2019 memang relatif lebih kecil.

"Defisit memang menurun namun penurunan ini bukan kabar baik, justru mengindikasikan adanya pelambatan motor ekonomi Indonesia dan global," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini