Bisnis Diambang Kebangkrutan? Ini yang Harus Dilakukan Para Bos

Irene, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 320 2172057 bisnis-diambang-kebangkrutan-ini-yang-harus-dilakukan-para-bos-wXHSqtGvpW.jpg Kebangkrutan (Reuters)

JAKARTA - Di ambang kebangkrutan bisnis, kita pastinya akan merasa tertekan, baik fisik maupun psikologi. Namun ada beberapa yang harus dilakukan agar kamu harus tetap tenang.

Mengutip 1/2 Karyawan 1/2 Bos: 33 Jurus Sukses Berbisnis Kala Masih Kerja penulis Supardi Lee dan Noval Ramsis, berikut langkah-langkah agar tetap tenang dalam menghadapi kebangkrutan.

 Baca juga: 5 Bisnis Sektor Pertanian yang Menguntungkan untuk Milenial

Pertama, tetaplah tenang jangan panik. Sadari bahwa ini sebuah episode hidup yang justru bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang bagus sekali. Alih-alih mengeluh, kita malah bisa bersabar dan bersyukur karenanya.

Kita juga harus menghitung berapa banyak dan berapa besar utang dan kewajiban kita pada semua pihak. Hitung juga berapa banyak kekayaan bisnis yang masih ada, termasuk nilai semua peralatan, fasilitas, dan sebagainya serta piutang jika ada.

Bayarlah utang-utang kita pada pihak lain. Tunaikan kewajiban kita pada karyawan.

 Baca juga: Ingin Sukses Berbisnis Sayur Mayur? Coba Tips Ini

Kebangkrutan bukan alasan untuk menghindar dari segala utang dan kewajiban tersebut. Bila kekayaan bisnis tak mencukupi, gunakanlah kekayaan pribadi kita.

Menjaga nama baik dan kehormatan jauh lebih penting. Daripada, kita lari sebagai pengecut dan meninggalkan semua kewajiban.

Selain itu, sampaikan pada pihak-pihak yang terkait bahwa kita sudah memutuskan untuk menutup bisnis kita. Terutama kepada karyawan, supplier, pelanggan, dan keluarga.

 Baca juga: Cara Memikat Konsumen, Cermati Perilaku hingga Seleranya

Untuk karyawan, buatlah surat keterangan bahwa mereka telah bekerja dengan sangat baik. Sampaikan juga bahwa Kamu benar-benar berterima kasih atas kinerja dan bantuan mereka.

Bila mungkin, Kamu juga bisa mencarikan pekerjaan untuk mereka. Setidaknya, memberikan rekomendasi pada teman, kolega, atau bahkan pesaing Kamu untuk menerima karyawanmu bekerja.

Bekerjalah di pekerjaan kita seperti biasa. Bedanya, kita telah mendapat pelajaran hebat tentang bisnis dan juga kehidupan.

Mungkin pelajaran itu bisa berguna untuk meningkatkan produktivitas kerja kita. Ini fase releasing dan recovery, karena kegagalan seperti ini mungkin menorehkan luka di batin kita.

Buat keputusan untuk mencoba lagi membangun bisnis. Tentu dengan kualitas diri kita yang lebih baik.

Serta, sampaikan juga pada Tuhan bahwa kita telah memutuskan untuk menutup bisnis. Jangan mengeluh atau menyalahkan Tuhan, sebaiknya kita malah bersyukur kepada-Nya atas segala kesematan yang ada.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini