Wapres Ma'ruf: Inovasi Teknologi Akan Tambah Nilai Suatu Produk

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 320 2173456 wapres-ma-ruf-inovasi-teknologi-akan-tambah-nilai-suatu-produk-IHa9q5ygGr.jpg Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengatakan bahwa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) harus dapat diandalkan dalam pengkajian dan penerapan Iptek. Di mana, BPPT harus memiliki agenda riset dan inovasi prioritas agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Salah satu tolak ukur keberhasilan BPPT adalah terpakainya inovasi teknologi oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, memerlukan mitra untuk hilirisasi inovasi teknologi tersebut dan pentingnya mitra. Saya mendukung penuh langkah BPPT dalam melaksanakan kerjasama dengan mitra-mitranya seperti dengan industri, kementerian/lembaga, dan perguruan tinggi,” ujarnya mengutip WapresRI, Jakarta, Senin (24/2/2020).

 Baca juga: Wapres Ma'ruf Sebut Indonesia Kaya Sumber Alam tapi Kurang Penguasaan Iptek

Lebih jauh, Wapres menjelaskan bahwa saat ini dengan perkembangan iptek yang begitu pesat, inovasi-inovasi baru terus bermunculan. Inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan efisiensi dan efektifitas di setiap sektor industri, baik produksi, jasa dan informasi.

“Inovasi inilah yang akan menambah nilai tambah dari suatu produk yang akan berdampak pada perekonomian bangsa,” tegasnya.

 Baca juga: Wapres Minta Pengembangan Teknologi Terkoneksi Dunia Usaha dan Industri

Wapres menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan Sumber Daya Alam, namun karena kurangnya penguasaan iptek dalam berinovasi, maka nilai tambah yang dihasilkan masih kalah dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, peningkatan sumber daya iptek menjadi sangat penting agar dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

“Untuk membangun inovasi dan daya saing, diperlukan peran dari dunia industri, pemerintah dan akademisi. Saat ini, peran dari ketiganya tersebut masih lemah sehingga inovasi dan daya saing Indonesia tertinggal dari negara lain,” sebutnya.

 Baca juga: Ikut Hannover Messe 2020, Presiden Jokowi: Tampilkan RI yang Bertransformasi ke Industri 4.0

Wapres pun menegaskan kembali bahwa ke depan BPPT harus memiliki agenda riset dan inovasi prioritas yang terkoneksi dengan dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, inovasi tersebut juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

“Negara maju adalah negara yang dapat mengkaitkan semua fungsi dan unsur perkembangan iptek ke dalam suatu sistem iptek secara efisien dan efektif, sehingga mampu mendayagunakan kekayaan dan lingkungan alam untuk menunjang kesejahteraan dan meningkatkan kualitas kehidupannya,” pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini