nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Masuk Amerika, Dolar AS Jatuh

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 08:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 28 278 2175379 virus-korona-masuk-amerika-dolar-as-jatuh-OCQfRg2D4z.jpg Dolar AS (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) karena penyebaran virus korona yang sangat cepat membuat Bank Sentral AS (The Fed) berencana menurunkan suku bunganya sebagai langkah antisipasi perlambatan ekonomi.

The Fed diyakini akan segera menurunkan suku bunga acuan pada bulan depan imbas virus korona yang membuat buruk perekonomian dunia.

Baca Juga: Kenaikan Harga Emas Tertahan Penyebaran Virus Korona

Investor berharap The Fed memangkas suku bunganya tiga kali pada pertengahan tahun, karena pasar saham telah hancur berada di jalur untuk minggu terburuk mereka sejak kedalaman krisis 2008.

Pergeseran harga itu, ditambah dengan penurunan dalam imbal hasil obligasi AS yang membuat dolar kurang menarik dan mengirim euro naik 1% lebih tinggi pada greenback semalam karena investor membatalkan perdagangan.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 5 Hari Beruntun Imbas Virus Korona

"Orang-orang merasa nyaman dalam memahami mengapa dolar begitu kuat," kata kepala strategi FX di National Australia Bank di Sydney Ray Attrill seperti dilansir Reuters, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

"Artinya, ekuitas AS maju, ekonomi AS terlihat lebih baik daripada bagian lain dunia dan hasilnya tampak menarik tanpa bisa ditembus. Semua hal di atas sampai taraf tertentu dipertanyakan sekarang," katanya.

Pada saat yang sama, pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa mengecilkan prospek langsung kebijakan yang lebih mudah di sana.

Pada hari Jumat, dolar stabil berada di level USD1,1001 per euro, tepat di atas terendah tiga minggu, dan menuju kerugian mingguan terbesar pada mata uang tunggal sejak Juni lalu.

Itu juga turun 0,9% terhadap franc Swiss semalam, karena penyebaran virus ke Amerika Serikat membuat investor lebih memilih franc sebagai tempat yang aman.

Pergeseran besar dalam pasar uang juga membendung pelarian modal keluar dari mata uang Asia dan komoditas dan ke dalam dolar.

Dolar Australia dan Selandia Baru yang banyak dijual, masing-masing turun lebih dari 6% terhadap greenback tahun ini, stabil pada hari Jumat.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini