Masayoshi Son Pastikan Kecanggihan Ibu Kota Baru Indonesia

Irene, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 13:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 29 470 2176048 masayoshi-son-pastikan-kecanggihan-ibu-kota-baru-indonesia-PSF5h7LAht.jpg Presiden Jokowi bertemu Masayoshi Son (Foto: Setkab)

JAKARTA – Selain bertemu Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair, Presiden Joko Widodo juga membahas mengenai pembangunan ibu kota baru dengan Masayoshi Son. Masayoshi menyampaikan bahwa pertemuan dengan Presiden dan para menteri lain berlangsung dengan sangat baik.

“Saya pikir ibu kota baru ini akan menjadi ibu kota abad ke-21 pertama, dengan banyak teknologi baru, dengan AI, IoT dan teknologi-teknologi tinggi,” kata Masayoshi dilansir dari laman Setkab, Sabtu (29/2/2020).

Dia juga sependapat dengan Tony Blair bahwa Ibu Kota baru nanti akan banyak sekali ruang terbuka hijau yang bagus untuk lingkungan, bersih, baik untuk masyarakat, langit biru yang indah, dan masyarakat dapat hidup di lingkungan yang aman dan bersih.

Baca juga: Jokowi Ingin Pindah Ibu Kota Bukan Cuma Pindah Gedung

“Jadi saya berharap proyek ibu kota ini akan benar-benar datang untuk membuat hidup orang lebih bahagia,” katanya.

Menyangkut Investasi, Masayoshi mengajak melihat gambaran keseluruhan yakni apa risikonya, kegembiraan menjadi bagian ini, dan melihat keuntungan yang didapat. “Jadi kita harus membahas semua jenis perencanaan. Berapa jumlah total yang kita butuhkan. Apa desain kota. Apa itu populasi. Apa aturan dasar dan peraturannya. Jadi kita harus melihat keseluruhan gambarnya,” tambahnya. Pada bagian akhir setelah melihat gambaran keseluruhan, Masayoshi menyampaikan akan memutuskan berapa banyak dan dari entitas mana, tetapi sejauh ini diskusi mengarah ke arah yang benar, sangat menarik dan bagus.

Baca juga: Undang-Undang Ibu Kota Negara Tak Masuk Omnibus Law, Ini Bocoran Bappenas

“Kami memiliki setiap kali kami berinvestasi, kami harus melihat masing-masing dalam pemimpin perusahaan atau proyek. Jadi di sini, kita memiliki pemimpin yang fantastis di Indonesia, tim yang fantastis sebagai anggota kabinet dan warga negara yang fantastis,” pungkas Masayoshi seraya menyampaikan bahwa ini merupakan awal yang baik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan juga menegaskan bahwa pertemuan kali ini sudah banyak dicapai kemajuan dan pada dasarnya telah hampir final kepada kesepakatan.

“Presiden mengarahkan tadi ada pertemuan teknis tim kami dengan timnya Pak Masa dan Prime Mr. Blair, Tony Blair, untuk detail dan kita kasih time limit dalam 3 waktu ini, 3 minggu ini kita harus selesaikan. Nah konsultannya sudah ada McKinsey, tapi kita tambah tadi dari Pak Masa itu Nikkei dan juga tadi dari satu lagi dari Amerika, jadi 3 konsultan ini akan meramu semua konsep ini,” ujar Menko Marves. Konsep dari Indonesia dan konsep yang ada, menurut Luhut, dipadukan sehingga betul-betul semua bagus, kedua penasihat juga memiliki komitmen, dan sudah menyepakati beberapa hal.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini