nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anjlok di Akhir Februari, Bagaimana Nasib IHSG pada Awal Maret?

Irene, Jurnalis · Minggu 01 Maret 2020 15:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 01 278 2176481 anjlok-di-akhir-februari-bagaimana-nasib-ihsg-pada-awal-maret-QROPF0NPVE.jpg Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya memperlihatkan indikasi adanya perlawanan atas tekanan turun yang terus terjadi pada seminggu terakhir. IHSG diproyeksikan akan mengalami penguatan pada awal pekan depan.

Baca Juga: OJK Beri Lampu Hijau, Buyback Saham Selamatkan IHSG

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG yang memperlihatkan pola pembalikan arah naik memberi arti bahwa adanya perlawanan atas tekanan turun. Hal ini dilihat dari perdagangan saham pada Jumat 28 Februari 2020.

"IHSG membentuk candle hammer dengan body kosong yang memberikan indikasi terjadi perlawanan atas tekanan turun. Biarpun ini Hammer yang tidak sempurna, tetapi memberikan indikasi kuat pada perdagangan jumat telah terjadi pembalikan arah dari tekanan turun," ungkap Hans Kwee dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Minggu (1/3/2020).

Baca Juga: Jatuh 4%, Begini Perjuangan IHSG Menguat Perlahan

Hans Kwee kemudian mengatakan pihaknya melihat ada potensi IHSG mengalami pergerakan menuju zona hijau pada perdagangan awal pekan nanti. "Kami melihat ada potensi IHSG mengalami penguatan di perdagangan Senin ini," kata Hans Kwee.

IHSG akan dibayangi minat beli atau support dalam kisaran level 5.400 hingga 5.288. Sedangkan tekanan jual atau resistance akan berada di kisaran level 5.500 sampai 5.600.

Hans Kwee mengimbau agar para pelaku pasar tidak perlu resah dengan dampak virus korona yang meresahkan pasar modal ini. Pasalnya, Hans mengatakan angka pasien sembuh dari virus Covid-19 masih dominan daripada angka kematiannya.

"Pelaku pasar kami sarankan tidak perlu terlalu panik karena sebenarnya yang sembuh dari virus korona lebih banyak di bandingkan yang meninggal dunia," pungkas Hans Kwee.

Kekhawatiran berlebihan yang dialami pelaku pasar dinilai Hans Kwee malah akan menyebabkan tekanan besar pada perekonomian dan pasar keuangan. Hans Kwee kemudian memberi rekomendasi kepada investor bahwa dua tahun ini adalah jangka waktu baik untuk mulai melakukan cicil beli saham yang memiliki fundamental bagus.

"Bagi investor yang punya horizon waktu lebih dari 2 tahun ini adalah periode yang bagus untuk memulai melakukan cicil beli di saham-saham berfundamental bagus. Peluang selalu datang dari koreksi tajam di pasar akibat ketakutan dan kekawatiran berlebih," jelas Hans Kwee.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini