Dicari Investor Jalan Trans Papua untuk Ruas Jayapura-Wamena

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2177879 dicari-investor-jalan-trans-papua-untuk-ruas-jayapura-wamena-d8QqVfzpXK.jpg Jalan Tol (Okezone)

JAYAPURA - Pembangunan proyek Trans Papua ruas Jayapura-Wamena terus dikebut pengerjaannya sepanjang 575 kilometer (km). Nantinya, sepanjang 75 km pada tahun ini akan ditawarkan melalui skema Kerjasama dengan Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Availability Payment.

Melalui skema KPBU AP, swasta akan membangun dan memelihara infrastruktur selama waktu yang disepakati. Sementara untuk pengembalian investasinya, pemerintah akan mencicil memakai APBN.

 Baca juga: Proyek Jalan Trans-Papua Gagal Dilelang, Cuma Ada 1 Peminat!

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Osman Harianto Marbun mengatakan, pembiayaan dengan sistem KPBU ini menggantikan ruas Wamena-Kenyam-Mumugu imbas terjadinya penembakan pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga pada akhir 2018

"Nah berhubung kemarin situasi seperti itu (penembakan), penanganan KPBU-nya menuntaskan ruas Jayapura-Wamena di mana ada 178 kilometer (km) lagi belum teraspal program kemarin," kata Osman di Jayapura, Rabu (4/3/2020).

 Baca juga: Jalan Trans Papua Sudah 1.071 Km, Begini Kondisinya

Adapun ruas jalan Jayapura-Wamena memiliki total panjang 575 km yang melintasi Jayapura-Yetti-Mamberamo-Elelim-Wamena. Dari angka itu pada ruas Jayapura-Mamberamo sepanjang 283,18 km, jalan yang teraspal mencapai 231,48 km.

Sementara untuk ruas Mamberamo-Elelim sepanjang 161,65 km, jalannya belum teraspal sama sekali. Sedangkan ruas Elelim-Wamena sepanjang 18,17 km, jalan yang teraspal sekitar 10 km. Nantinya dana dari KPBU AP ini akan membangun jalan di sebagian ruas Mamberamo-Elelim-Wamena.

Penyelesaian ruas Jayapura-Wamena terdiri dari enam paket kegiatan untuk menuntaskan pengaspalannya secara menyeluruh sampai 2023. "Jadi 6 paket kegiatan 103 kilometer pengaspalannya dari 178 km yang kurang, sisanya 75 km lagi pakai pola KPBU. Tadinya mau kita kerjakan di ruas Wamena-Mumugu jadi pindahkan ke atas," katanya.

Untuk skema KPBU Availability Payment saat ini akan dilakukan dengan berbagai macam proses, mulai dari perencanaan hingga market sounding dan lelang. "Nanti kita undang rekanan-rekanan yang punya kapasitas lah semacam kita perkenalkan ada program seperti ini. Ketertarikan mereka, kemampuan keuangan mereka nanti baru proses lelang. Jadi sistemnya investasi ya KPBU. Jadi diinvestasikan dulu oleh investor nanti negara membayar setelah selesai," ujarnya.

 Baca juga: Mengintip Pembangunan Jalan Trans Papua

Dirinya juga menargetkan skema KPBU untuk ruas Jayapura-Wamena bisa diteken pada tahun depan, sehingga pembangunannya bisa segera dimulai.

"Iya tahun depan. Kalau bisa akhir tahun ini kita upayakan. Nanti paralel dengan paket multiyears yang sekarang kita sudah proses. Jadi 4 paket untuk menuntaskan 103 km tambah 75 km nanti KPBU," ujarnya.

Osman menjelaskan, pada dasarnya jalur Jayapura-Wamena sudah terbuka namun saat ini tidak bisa difungsikan karena ada jembatan yang hanyut dan sedang diperbaiki. Dengan berfungsinya lagi ruas jalan Jayapura-Wamena, distrik dari Jayapura ke Wamena itu akan bisa memenuhi 8 kabupaten di pegunungan tengah.

"Jadi sudah pernah beroperasi jalan ini dimanfaatkan mulai pertengahan 2018 sampai akhir 2018 itu sudah menurunkan kemahalan harga per kilometer dari Rp13.000 per kilo jadi Rp7.000 jadi Rp5.000 berkurang per kilo. Ini luar biasa manfaatnya," katanya.

Dirinya berharap jalan Trans Papua rute Jayapura-Wamena ini bisa tersambung lagi imbas terputusnya jembatan pada Maret dan April sudah bisa dioperasikan dan berfungsi.

"Sambil nanti pengerjaan pengaspalannya kita mulai tahun ini lagi. Sekarang ini ada dua paket yang on going multiyears tambah empat paket yang nanti untuk menuntaskan 103 kilo tadi. Doakan 2-3 kita bisa tuntaskan," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini