Jembatan Youtefa Angkat Industri Pariwisata Papua

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2178068 jembatan-youtefa-angkat-industri-pariwisata-papua-C4Onz7FYCZ.jpg Jembatan Yousefa (Foto: PUPR)

JAYAPURA - Jembatan Youtefa yang berada di atas Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua memberikan pengaruh yang sangat besar di kota Jayapura. Terutama, dapat menghubungkan antara perbatasan dengan kota Jayapura.

"Untuk lebih dekatnya juga masyarakat di sekitar Kampung Enggros di mana pariwisata sekitar meningkat sehingga tidak hanya orang-orang yang berlalu lalang berlalu lintas ke perbatasan tetapi juga perkembangan ekonomi di sekitar kampung Enggros berada di jembatan Youtefa juga diharapkan meningkat," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Irfan Hidayat saat ditemui Okezone, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

 Baca juga: Jika Tak Ada Hambatan, Jalan Trans Papua Rampung Akhir 2020

Irfan menambahkan, Jembatan Youtefa membuat industri pariwisata sekitar berkembang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat mengunjungi lokasi ini untuk melihat Jembatan lebih dekat dan hanya sekadar untuk foto selfie.

"Tempat pariwisata laut lah. Weekend Sabtu Minggu ramai. Wisatawan masih didominasi lokal Jayapura karena ada tambahan pilihan lokasi di Jayapura selain pantai ada tempat berselfie di jembatan merah Youtefa sehingga masyarakat bisa lebih menikmati," katanya.

 Baca juga: Sulitnya Bangun Jalan Trans Papua, Logistik Dikirim Via Jalur Udara

Selain industri wisata, Jembatan Youtefa juga memberikan dampak positif untuk logistik. Sebab jarak tempuh dari Jayapura ke perbatasan maupun sebaliknya jadi lebih cepat.

"Sebelumnya kita bisa lebih cepat 45 menit ya daripada lewat jalan lain, sehingga masyarakat pasti lebih memilih jalan ini ketika ingin ke arah perbatasan. Itu bisa dilihat khusus Sabtu dan Minggu mereka ada rute ada yang ke perbatasan atau ke pantai kalau sore lalu lintas itu ramai semua dari arah Skouw ke kota. Jadi semua masuk ke kota," ujarnya.

 Baca juga: Proyek Jalan Trans-Papua Gagal Dilelang, Cuma Ada 1 Peminat!

Sementara itu, Kementerian PUPR juga berencana menambah dua lajur lagi menjadi empat lajur di Holtekamp arah Jembatan Youtefa karena diprediksi lalu lintas akan lebih meningkat seiring dibangunnya venue Dayung untuk PON XX Papua di sekitar jalan akses Youtefa.

"Sehingga diharapkan dengan pembangunan dua lajur lagi lalu lintas lancar dan terkendali. Karena sekarang dua lajur belum ada medan terpisah memang kondisinya beberapa kali masyarakat dengan berkecepatan tinggi karena jalan lurus mulus terdapat kecelakaan ringan," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini