Share

Ada Virus Korona, Ini Pajak yang Bakal Dipangkas

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 20 2178778 ada-virus-korona-ini-pajak-yang-bakal-dipangkas-DbNz7fC1WN.jpg Pajak (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan membuka kemungkinan pemberian insentif pajak kepada dunia usaha. Hal ini sebagai respons dari virus korona yang saat ini sudah masuk ke Indonesia.

Bahkan keringanan diberikan pada pajak penghasilan PPh Pasal 21, 22 dan PPh 25, serta percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN).

 Baca juga: Sri Mulyani Kaji Pembayaran PPh 21 Ditunda

"Kita pertimbangkan semua ya, Pph 21, 22, bahkan 25 kita akan lihat semua. Termasuk restitusi PPN yang dipercepat. Terutama untuk perusahaan yang reputable," ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Menurut dia, pihaknya saat ini sedang menghitung secara keseluruhan terutama sektor-sektor yang terkena dan kemudian dampaknya kepada neraca mereka.

Baca juga: Bisakah Tax Holiday Tarik Lebih Banyak Investasi ke Indonesia?

"Dan bagaimana kita bisa bantu dari sisi korporasi maupun masyarakat. Jadi sekarang ini sedang difinalkan," ungkap dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, salah satu insentif yang akan diberikan adalah dengan penundaan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 alias PPh karyawan. Penundaan pembayaran pajak PPh 21 ini sebenarnya sudah pernah dilakukan pada 2008-2009 yang lalu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini