Listrik di Ibu Kota Baru Andalkan Solar Cell, Kapasitas Ditargetkan 1,5 Giga Watt

Irene, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 470 2179390 listrik-di-ibu-kota-baru-andalkan-solar-cell-kapasitas-ditargetkan-1-5-giga-watt-qytbmdBMN9.jpg Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah sedang menyusun rencana induk (master plan) Ibu Kota Negara (IKN) yang terintegrasi yang mencakup infrastruktur jalan, sumber daya air, transportasi, energi listrik, dan jaringan komunikasi. Penyusunan rencana induk tersebut melibatkan sejumlah Kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dari sisi kebutuhan energi, menurut Danis diperkirakan kebutuhan listrik untuk tahap awal IKN mencapai 1,5 giga watt.

Baca juga: ADB Siap Dukung Pengembangan Ibu Kota Baru

“Kementerian ESDM akan membuat usulan PLTS dan mikrohidro (master plan) untuk memenuhi kebutuhan 1,5 Giga watt. Termasuk usulan institusi yang bertanggung jawab untuk kelistrikan di IKN, perlu arahan titik-titik pemasangan solar cel atau mikrohidro,” ucap Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga dilansir dari laman Kementerian PUPR, Jumat (6/3/2020).

Danis menyatakan, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi listrik, Kementerian PUPR telah mengembangkan sistem rangka atap untuk pemanfaatan energi solar cell yang diterapkan pada gedung parkir motor di kampus PUPR Jakarta. “Namun diperlukan desain kriteria bangunan untuk penggunakan rangka atap tersebut di IKN nanti,”tuturnya.

Baca juga: CEO Otoritas Ibu Kota Negara Diputuskan Minggu Ini

Menurut Danis, hasil konsep rencana induk tersebut akan menjadi salah satu dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN dan menjadi laporan kepada Badan Otorita yang akan dibentuk dalam waktu dekat.

Diungkapkan Danis, konsep rencana induk tersebut akan dimulai dari titik pusat Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP)-IKN dengan luasan 5.000 hektare (ha). Untuk pembangunan infrastruktur di bidang SDA dan jalan, menurutnya akan dimulai pada Semester II Tahun 2020.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini