Turunkan Harga Gas Industri, Menteri ESDM: Kita Akan Kaji Payung Hukumnya

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 08 Maret 2020 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 320 2180149 turunkan-harga-gas-industri-menteri-esdm-kita-akan-kaji-payung-hukumnya-4vTOnXigS9.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah berencana akan menurunkan harga gas menjadi USD6 per MMBTU. Untuk mendukung kebijakan ini, Pemerintah saat ini sedang mengkaji payung hukumnya, salah satunya adalah dengan merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 Tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

"Pembangkit termasuk juga yang akan menikmati harga gas USD6 per mmbtu. Dan untuk mendukung kebijakan ini maka, kami (pemerintah), akan merevisi Peraturan Presiden," ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2020).

Sebagaimana diketahui, dalam Perpres 40 tahun 2016, terdapat 7 industri yang mendapatkan harga gas khusus, yaitu industri yang bergerak di bidang pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri Baja, industri keramik, industri kaca, dan industri sarung tangan karet.

Sebelumnya, gas bumi dinilai masih menjadi tulang punggung energi nasional sekaligus salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Akan tetapi, tantangannya ke depan adalah bagaimana Indonesia bisa mengatasi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersedian energi tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan potensi gas di Indonesia cukup besar dengan kepemilikan atas cadangan terbukti sebesar 97,5 trilliun kaki kubik dan belum sepenuhnya dioptimalkan.

"Gas menjadi salah satu backbone energi kita yang memang bisa kita manfaatkan karena ke depannya kebutuhan gas di dalam negeri akan bertambah dan itu harus kita alokasikan semaksimal mungkin pemanfaatannya," jelas Arifin seperti dilansir laman Kementerian ESDM, Jakarta.

(Baca Juga: Menperin Sebut Penurunan Harga Gas Industri Topang Daya Saing Manufaktur)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini