Share

Daftar Keringanan Pajak yang Bakal Diberlakukan Imbas Virus Korona

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 20 2181186 daftar-keringanan-pajak-yang-bakal-diberlakukan-imbas-virus-korona-jV1X8j2zPd.jpg

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pihaknya telah menyiapkan insentif baru yang isinya adalah keringanan pajak. Seperti pajak penghasilan 21 (PPh 21), PPh 22, dan PPh 25, serta percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN).

"Jadi semuanya itu adalah stimulus di tengah tekanan yang diakibatkan virus korona (COVID-19). Di mana Pasal 21 kita sudah siapkan. Pasal 25 disiapkan. Pasal 22 bea masuk pajak impor juga disiapkan. Dan restitusi dipercepat dalam rangka cashflow," ujar Sri Mulyani di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani: Proses Kajian Penundaan PPh 21 Sudah Capai 95%

Menurut dia, desain seluruh insentif ini sudah siap, hanya saja masih menunggu kebijakan dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian tentang dengan berapa lama waktu implementasi dan untuk sektor apa saja.

"Tinggal strategi ekonomi. Ini bukan masalah Menteri Keuangan, kita bersama Menko dan menteri lain, diharapkan bisa sampaikan ke Presiden Jokowi assessment berdasarkan situasi terkini. Dan strategi support policy yang akan dilakukan," tutur dia.

Baca Juga: Hapus Pajak Hotel dan Restoran, Pemerintah Ganti Rp3,3 Triliun ke Pemda

Dia menambahkan pemberian insentif ini, pernah juga diterapkan pada krisis keuangan tahun 2008. "Tapi saja khusus PPh Pasal 21 atau pajak karyawan belum diputuskan akan ditunda atau ditanggung pemerintah," pungkas dia.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan membuka kemungkinan pemberian insentif pajak kepada dunia usaha. Hal ini sebagai respons dari virus korona yang saat ini sudah masuk ke Indonesia. Bahkan keringanan diberikan pada pajak penghasilan PPh Pasal 21, 22 dan PPh 25, serta percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN). (dni)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini