nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Mandiri Ramal Rendahnya Harga Minyak Tidak Akan Berlangsung Lama

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 20:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 11 278 2181871 bos-mandiri-ramal-rendahnya-harga-minyak-tidak-akan-berlangsung-lama-WwoBGGf6BG.jpg Dirut Mandiri Royke Tumilaar berkunjung ke MNC Group (Foto: MNC Media)

JAKARTA - Harga minyak mentah merosot tajam pada perdagangan pada Senin 10 Maret 2020. Harga minyak turun karena Arab Saudi dan Rusia memulai perang harga serta mengancam akan membanjiri pasar minyak global dengan stok minyak mereka.

Kemerosotan harga minyak hampir 25% ini memicu kepanikan dan kerugian besar pada indeks saham utama Wall Street karena penyebaran cepat virus corona. Hal ini pun memperkuat kekhawatiran pelaku pasar akan resesi global.

 Baca juga: Bangun Kerja Sama dengan MNC, Dirut Bank Mandiri Bertemu Hary Tanoesoedibjo di MNC Center

Lalu bagaimana dampak bagi perbankan dengan merosotnya harga minyak?

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengungkapkan, merosotnya harga minyak tidak akan terdampak pada perbankan khususnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Karena yang perang hanya OPEC dan Rusia.

 Baca juga: "Jurus" Cepat Bank Mandiri Tangkal Dampak Virus Korona

"Jadi, kalau minyak ini, tidak ada tiga bulan akan kembali menguat. Dan saya pastikan tidak akan lama anjloknya minyak ini," ujar dia saat berdiskusi dengan jajaran direksi MNC Group di Kantor INews Tower Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Dia juga menjelaskan terkait tentang adanya virus korona dan anjloknya harga minyak ini merupakan krisis pada Indonesia bukan pertama kali. Ada krisis yang paling berat pada 1998 dan 2008.

"Tapi krisis sekarang berbeda pengusahanya dari yang dahulu-dahulu. Di mana sekarang manajemennya kuat. Jadi tidak perlu takut dengan adanya krisis-krisis tersebut," ungkap dia.

Dia menambahkan, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengeluarkan relaksasi untuk penilaian kredit dalam mengurangi dampak penyebaran virus korona atau Covid-19. Hal ini untuk menjaga momentum perekonomian.

"Walaupun sampai saat ini belum saja. Ketentuan juga belum keluar. Tapi mereka sudah bicara," tandas dia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini