Share

Antisipasi Virus Corona, BI Tetapkan Work from Home bagi Seluruh Pegawai

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 20 2184154 antisipasi-virus-corona-seluruh-pegawai-bi-work-from-home-TpgWKzP59Y.jpg Pegawai Bank Indonesia Diizinkan Kerja dari Rumah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan pegawainya bisa bekerja dari rumah (work from home). Hal ini dalam menjaga keberlangsungan tugas BI dan sekaligus mengantisipasi dampak penyebaran Covid-19.

Adapun mekanisme work from home tersebut, di atur siapa saja pegawai BI yang digilir bekerja dari rumah dan siapa yang stay di kantor. Ini di lakukan untuk membatasi penyebaran covid, di sisi lain untuk kelangsungan tugas dan layanan BI.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, dalam menerapkan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak interaksi sosial. BI dalam pelaksanaan tugas dan layanan publik dilaksanakan dengan memerhatikan penerapan aspek K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) dari sisi pegawai Bank Indonesia, maupun masyarakat atau para pihak yang berinteraksi dengan BI serta menerapkan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak interaksi sosial (social distancing).

Baca Juga: Konsumsi Lesu, Penjualan Riil Turun pada Januari 2020

โ€œBI menetapkan antara lain mekanisme bekerja dari rumah (work from home) bagi seluruh pegawai Bank Indonesia,โ€ ujarnya, dalam keterangannya, Senin (16/3/2020).

Meski seluruh pegawai BI kerja dari rumah, ada layanan yang tetap beroperasi normal. Di antaranya, BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), transaksi operasi moneter Rupiah dan valas yang didukung sistem Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS).

Baca Juga: Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Menurun

Kemudian Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) serta Layanan penarikan dan penyetoran uang Rupiah dari perbankan/PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah).

Sementara itu, layanan yang banyak melibatkan interaksi sosial, untuk sementara waktu ditiadakan/ditutup terhitung mulai 16 Maret 2020. Seperti, sistem pembayaran tunai yang mencakup, layanan kas keliling baik dalam kota maupun ke daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di seluruh Indonesia dan (ii).

โ€œLayanan penukaran uang rusak dan klarifikasi uang palsu oleh masyarakat maupun perbankan di seluruh Indonesia,โ€ ujar Onny.

Selain itu, layanan yang ditiadakan lainnya kunjungan publik ke BI, Visitor Center BI, Museum Bank Indonesia, dan Perpustakaan Bank Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini