nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Saham hingga Nilai Tukar Anjlok, BI: Cash is The King

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 15:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 19 278 2185900 pasar-saham-hingga-nilai-tukar-anjlok-bi-cash-as-the-king-PEhhlxrCz1.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Penyebaran virus corona atau covid-19 menekan seluruh pasar saham dan mata uang di dunia. Bukan hanya kawasan Asia Pasifik dan Eropa saja, bursa saham Amerika Serikat (AS) pun turun tajam akibat meluasnya covid-19.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, investor di seluruh dunia menarik asetnya di pasar saham dan pasar keuangan ke invetasi yang lebih aman. Penyebab larinya investor bukan karena fundamental ekonomi negara tidak baik, melainkan karena kepanikan sebagai dampak dari covid-19.

Baca Juga: Rupiah Kian Melemah, Terpuruk di Rp15.315/USD

“Sekarang adalah cash is the king, mereka (investor) pindah ke aset yang lebih aman. Karena apa? Bukan masalah fundamental bukan masalah ekonomi tapi memang cenderung kepanikan,” kata Perry dalam telekonferensi, Kamis (19/3/2020).

Menurut Perry, pergerakan investor ini yang menyebabkan tingginya premi risiko sehingga memicu berbagai tekanan seperti pada nilai tukar Rupiah. Kendati demikian, Perry menegaskan, tekanan pada pasar saham dan nilai tukar dialami oleh banyak negara bukan hanya Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Anjlok di Rp15.000/USD, Menkeu: Dinamika Ekonomi Global

“Itu yang menyebabkan premi resiko tinggi dan menyebabkan berbagai tekanan yang ada baik kita menghadapi, semua negara menghadapi pembalikan modal scara besar dalam waktu yang sama. Itu yang kita hadapi,” tegasnya.

Untuk diketahui, menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), Rupiah berada di level Rp15.712 per USD pada Kamis pagi. Nilai tukar Rupiah tersebut melemah dibandingkan periode hari sebelumnya yang sebesar Rp15.223 per USD.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini