nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab IHSG Terus Merosot, Karena Panic Selling?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 13:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 23 278 2187623 penyebab-ihsg-terus-merosot-karena-panic-selling-vUvAXQkuQ2.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I masih mengalami pelemahan dan terus merosot. Siang ini, IHSG melemah 160,84 poin atau 3,83% ke 4.034.

Analis Bina Artha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan terus turunnya IHSG selema beberapa hari terakhir ini imbas dari wabah virus corona yang terus meluas. Sehingga, para investor pun terpengaruh dan banyak yang menjual sahamnya.

"Penyebaran wabah COVID-19 secara agresif yang telah terjadi di tanah air merupakan faktor utama terjadinya kondisi panic selling," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Suku Bunga BI Tak Berhasil Tangkal Penurunan IHSG, Berikut Prediksi Pasar Saham Hari ini

Nafan menyebut, para pelaku pasar masih menanti gebrakan pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona ini. Khususnya untuk memastikan agar wabah virus corona ini tidak melebar dan juga agar stabilitas ekonomi di dalam negeri terjaga.

"Sementara itu, para pelaku pasar menantikan gebrakan pemerintah dalam rangka mengeluarkan berbagai stimulus dalam rangka mendorong perekonomian nasional," ucapnya.

Menurut Nafan, perlu ada stimulus pendukung lainnya dari pemerintah untuk memperkuat ekonomi. Apalagi Bank Indonesia juga pada Kamis lalu sudah menurunkan suku bunga acuannya lagi sebesar 25 basis poin.

Baca juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Anjlok 2,8% ke 3.988

Menurut Nafan, langkah yang dilakukan Bank Indonesia dinilai sangat tepat. Mengingat pada saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD terus menurun hingga mendekati angka Rp17.000 per USD.

"Adapun penurunan tingkat suku bunga BI sebesar 25 bps masih diapresiasi seluruh elemen dalam rangka mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi domestik di tengah-tengah pelemahan rupiah," ucapnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini