nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos BI Beberkan Penyebab Rupiah Menguat Lawan Dolar AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 15:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 26 20 2189366 bos-bi-beberkan-penyebab-rupiah-menguat-lawan-dolar-as-te4dLmAaXJ.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar Rupiah berangsur pulih dan stabil. Hal ini menjadi kabar gembira setelah dalam beberapa minggu terakhir ini nilai tukar rupiah terus melemah hingga mendekati Rp17.000 per USD.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, saat ini kondisi Rupiah terhadap dolar AS sudah berangsur membaik. Mekanisme pasar yang membaik membuat nilai tukar rupiah bergerak di level Rp16.250 per USD

"Nilai tukar Rupiah bergerak stabil dan terus menguat. Mekanisme pasar bid dan offer berlangsung membaik membentuk nilai tukar Rupiah menjadi Rp16.250," ujarnya dalam teleconfrence, Kamis (26/3/2020).

Menurut Perry, penguatan Rupiah ini membuktikan jika kecemasan kondisi global saat ini sudah menurun, sehingga para pelaku pasar mulai kembali menaruh uangnya di pasar keuangan.

"Terima kasih pelaku pasar bank dan non bank, eksportir serta menurunnya kecemasan investor global bahwa mekanisme pasar berlangsung baik untuk menyudahi tekanan pada Rupiah," katanya.

Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat pada perdagangan pagi ini. Rupiah masih berada di level Rp16.000-an per USD.

Mengutip Bloomberg Dollar Index, Kamis (26/3/2020) pukul 09.19 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 209 poin atau 1,27% ke level Rp16.290 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp16.205-Rp16.290 per USD.

Sementara itu, Yahoo Finance juga mencatat Rupiah ke Rp16.481 per USD. Dalam pergerakan hari ini, Rupiah berada di kisaran Rp16.481-Rp16.481 per USD.

Sebelumnya, kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama dunia lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat karena RUU stimulus USD2 triliun meningkatkan selera risiko dan mengurangi permintaan untuk mata uang safe haven.

Indeks dolar turun 0,81% menjadi 101,87. Sementara Sterling melonjak 1,33% menjadi USD1,1913. Euro naik 0,91% versus greenback menjadi USD1,0885.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini