nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani hingga Gubernur BI Racik Tambahan Belanja Rp405,1 Triliun untuk Tangkal Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 01 20 2192369 sri-mulyani-hingga-gubernur-bi-racik-tambahan-belanja-rp405-1-triliun-untuk-tangkal-corona-MUM1mBdFim.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan. Melalui Perppu ini, pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp405,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nantinya Perppu ini akan ada beberapa aturan turunan. Saat ini, aturan tersebut sedang diramu agar tambahan anggaran ini besar benar-benar efektif.

"Jadi kami dengan 4 Menteri Koordinator (Menko), KSSK kita coba meramu ini semua untuk bisa mewujudkan dalam landasan hukum yang dikeluarkan Presiden (Jokowi) untuk langkah-langkah kesehatan jaring pengaman dan ekonomi," ujarnya dalam teleconfrence, Rabu (1/4/2020).

Menurut Sri Mulyani, dalam meramu pemerintah bakal melakukannya secara cepat dan terukur. Apalagi, dampak covid-19 terhadap ekonomi ini sangat serius bahkan berpotensi krisis jika berlangsung dengan rentan waktu yang cukup lama.

"Tapi ini semua work in progress, landasan hukum awal sudah dibuat sehingga nanti Menko bisa desain. Karena sektor ekonomi terpengaruh sangat bervariasi," ucapnya.

  Baca juga: Stimulus untuk Dunia Usaha, Penghapusan Pph 21 hingga Keringanan KUR

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut, anggaran ini akan mencakup seluruh sektor yang terdampak. Misalnya saja sektor dunia usaha pemerintah tengah merumuskan mekanisme dan aturan agar dunia usaha bisa diberikan keringanan pajak.

"Menko sudah koordinasikan mengenai gimana melihat sektor ekonomi. Instrumennya dalam bentuk apa PPh 21 atau 25 atau PPN restitusi. Kami terus bersama merumuskan itu," kata Sri Mulyani.

Sementara dari sisi sosial, pemerintah juga ingin memastikan bantuan sosial ini bisa betul-betul terasa manfaatnya oleh masyarakat. Mengingat saat ini kegiatan masyarakat dibatasi untuk mencegah penularan virus corona yang lebih luas lagi.

"Dan kita juga lihat untuk sosial safety net dengan Menko PMK (Muhadjir Effendy) dan Mensos tentang jumlah ekspansi. Kalau sekarang orang bekerja dari rumah dan tidak boleh berkumpul, maka sektor informal itu yang terkena paling dalam. Maka caranya untuk capai mendapat dukungan seperti apa," kata Sri Mulyani.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini