JAKARTA – Pandemi corona atau covid-19 memicu penurunan di sektor industri. Penurunan permintaan yang tajam berimbas pada rantai pasok di sektor industri. Apalagi beberapa negara membatasi ruang gerak masyarakat di area publik.
Kunjungan restoran turun bahkan mendekati nol penungjung berimbas pada lebih sedikit makanan yang dikonsumsi. Akibatnya permintaan bahan makanan dari pabrik atau petani juga berkurang. Hal ini membuat Petani kehilangan pendapatan.
Baca Juga: Daftar Sektor Industri yang Terdampak Covid-19, Apa Saja?
Dikutip dari data Board of Inovation, Kamis (9/4/2020) beberapa perusahaan bahkan mungkin bangkrut dan menyebabkan lebih banyak pengangguran.
Turunnya permintaan atau konsumsi masyarakat di pasar adalah lingkaran setan dari resesi. Namun hal ini bisa dihindari dengan stimulus fiskal dan atau moneter yang besar.

Berikut adalah hasil survei mengenai pengeluaran konsumen sehari-hari:
-Industri rumah tangga 21%
-Industri kesehatan (obat-obatan dan vitamin) 22%
-Industri makanan 23%
- Produk kecantikan 25%
- Telekomunikasi 26%
- Tagihan layanan 28%
- Makanan non alcohol 31%
- Produk rokok 21%
- Produk jasa keuangan 33%
Baca Juga: Industri Minta Sederet Stimulus di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya
- Hal yang berhubungan dengan hobi dan mainan 37%
- Minuman beralkohol 42%
- Perbaikan rumah 42%
- Hiburan 51%
- Pakaian dan penampilan 53%
- Elektronik 53%
- Makan di luar rumah 58%
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.