nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Emas Berjangka Meroket di Tengah Kekhawatiran Inflasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 08:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 10 320 2197058 harga-emas-berjangka-meroket-di-tengah-kekhawatiran-inflasi-ZHTUev8PbH.jpg Harga Emas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak pada perdagangan kemarin ke level tertinggi sejak Oktober 2012, sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD68,5 atau 4,07%, menjadi ditutup pada USD1.752,8 per ounce.

Federal Reserve AS mengumumkan ahwa mereka akan membuat "Main Street Lending Fund" untuk mendukung bisnis melalui pinjaman bank. The Fed berusaha untuk menciptakan stabilitas di pasar, yang mengurangi permintaan untuk emas.

Baca Juga: Naik Rp26.000, Harga Emas Dibanderol Rp944.000/Gram

Namun, efek pasti dari pinjaman ini tidak pasti, karena para analis percaya pasar dibanjiri dengan uang tunai dari bank sentral di seluruh dunia, memberikan dukungan kepada emas sebagai tempat yang aman di tengah meningkatnya inflasi. 

Emas diberi dukungan karena 6,6 juta orang mengajukan klaim pengangguran baru selama minggu 5 April, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Jumlah klaim yang diajukan lebih buruk dari yang diharapkan.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis Jadi USD1.616 per Ounce

Indeks sentimen konsumen AS yang dirilis oleh University of Michigan untuk bulan April, menunjukkan angka 71, yang mana catatan analis adalah angka terendah sejak 2011, juga memberikan dukungan untuk emas.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya, Perak untuk pengiriman Mei naik 84,8 sen, atau 5,58%, menjadi ditutup pada USD16,053 per ons. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD15 atau 2,04%, menjadi ditutup pada USD748,6 per ounce, demikian dilansir Xinhua, Junat (10/4/2020).

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini