Produsen Sneaker Terbesar di Dunia Asal Vietnam Diminta Hentikan Produksinya

Selasa 14 April 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 320 2198833 produsen-sneaker-terbesar-di-dunia-asal-vietnam-diminta-hentikan-produksinya-sb2eWKd7ce.jpg Sneaker (Foto: Ist)

JAKARTA - Pou Chen Corp, perusahaan manufaktur terbesar di dunia yang memproduksi sepatu olahraga dan kasual merek-merek ternama, seperti Nike dan Adidas diperintahkan agar menghentikan unit operasinya di Vietnam, Pouyuen Vietnam, untuk sementara waktu karena wabah COVID-19.

Baca Juga: Pemerintah Bebaskan Pajak untuk Penanganan Virus Corona

Pouyuen Vietnam harus menghentikan produksinya selama dua hari mulai Selasa karena tidak mematuhi peraturan pemerintah setempat mengenai social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona yang telah menjangkiti 260 orang di negara itu.

"Penghentian produksi Pouyuen Vietnam diperlukan untuk menjamin kesehatan publik dan operasi perusahaan itu sendiri,” kata Nguyen Thanh Phong, walikota Ho Chi Minh seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Baca Juga: Ekonomi Inggris Bisa Merosot 30% akibat Covid-19

Menurut laporan yang diterima walikota tersebut, Pouyuen Vietnam, yang memilki 70.000 pegawai tidak mencegah para karyawannya untuk berkumpul dan bahkan menjaga jarak aman.

Vietnam mulai mempraktikkan social distancing selama 15 hari mulai April untuk mencegah penularan virus corona, dan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memperpanjang kebijakan itu.

Dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, Vietnam memiliki kasus terendah virus corona. Sejak Januari lalu, ketika virus itu diketahui baru mewabah di China, pemerintah Vietnam telah menyatakan perang melawan virus itu. PM Nguyen Xuan Phuc dalam suatu pertemuan Partai Komunis yang berkuasa, beberapa hari lalu, mengatakan, virus corona kemungkinan akan segera mewabah di negara itu.

Namun keberhasilan memerangi virus corona akan menuntut pendanaan pemerintah besar-besaran dan sistem layanan kesehatan yang kokoh – dua hal yang tidak dimiliki Vietnam.

Vietnam tidak mampu meniru cara Korea Selatan yang mampu melangsungkan uji virus itu secara besar-besaran, sementara sistem layanan kesehatannya juga terbatas. Kota Ho Chi Minh yang berpenduduk 8 juta orang hanya mampu melayani 900 pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini