Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turis Asing Anjlok, 50% Devisa Sektor Pariwisata Lenyap akibat Virus Corona

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 16 April 2020 |16:47 WIB
Turis Asing Anjlok, 50% Devisa Sektor Pariwisata Lenyap akibat Virus Corona
Bandara (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkirakan pendapatan negara dari devisa di sektor pariwisata akan anjlok hingga 50%. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus corona yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan, devisa yang berasal dari sektor pariwisata semula diprediksi mencapai USD20 miliar. Namum karena pandemi ini, devisa dari sektor pariwisata hanya didapatkan separuhnya saja.

 Baca juga: Presiden Jokowi Minta Jangan Ada PHK Besar-besaran di Industri Pariwisata

"Mungkin potensi dari devisa saja itu kurang lebih tahun lalu kan kita dapat devisa sekitar USD20 miliar ya dari pariwisata, mungkin tahun ini bisa sekitar separuhnya gitu ya bahkan lebih dari pada separuhnya gitu ya kehilangan devisa," kata Wishnutama saat konfrensi pers melalui video conference di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Menurut Wishnutama, turunnya devisa negara ini disebabkan anjloknya kunjungan wisatawan mancanegara. Diperkirakan, wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke Indonesia hanya 5 juta saja.

Padahal semula, diperkirkan ada sekitar 16 juta wisman yang akan berkunjung Indonesia. Artinya ada sekitar 11 juta wisman yang tidak jadi berkunjung ke Indonesia.

Baca juga: 3 Permintaan Presiden Jokowi untuk Selamatkan Sektor Pariwisata di Tengah Covid-19

"Jadi diperkirakan tahun ini dari tahun lalu kita 16 juta wisatawan (mancanegara) tahun ini mungkin kita diperkirakan bisa mencapai sekitar 5 jutaan wisatawan dan itu bisa kita itung sendiri kalau kira-kira masing-masing itu sekitar USD1.200 average spending per arrival nya per kunjungan," kata Wishnutama.

Meskipun begitu, Wishnutama optimis pada tahun depan sektor pariwisata akan reboun atau bangkit. Mengingat, akan banyak turis yang ingin berlibur setelah pada tahun ini mengisolasi diri di rumah akibat pandemi virus corona.

"Fokus utama kita nanti justru kepada hal-hal yang sangat basic, destinasi pariwisata dan saya sudah berbicara dengan beberapa pemerintah daeah untuk fokus kepada hal-hal yang bersifat higenitas, toilet kebersihan, keselamatan dan keamanan hal hal tersebut yang perlu diutamakan," jelasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement