JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali memaparkan prediksi-prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dampak pandemi virus corona atau Covid-19.
Menurut Sri Mulyani, dengan menyebarnya Covid-19 terutama di negara relatif maju ekonominya, maka pertumbuhan ekonomi dunia mengalami dampak negatif.
"Karena negara maju menyumbang share terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sangat besar seperti AS, Eropa, Jepang bahkan China," kata Sri Mulyani dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (17/4/2020).
Baca Juga: Penyebaran Covid-19 Mayoritas di Jawa, Begini Dampaknya pada Ekonomi RI
Sri Mulyani menjelaskan, berbagai lembaga internasional, seperti IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global akan mengalami kontraksi 3%, dibanding prediksi Januari lalu yang 3,3%.
"Ini turun dalam satu kuartal turun 6% dari GDP dunia," ujarnya.
Baca Juga: Skenario Terburuk Ekonomi 2020, Tekanan Terbesar di Kuartal II dan III
Sementara, World Bank dan ADB mengestimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 2,1%. Dengan kondisi terburuk, ekonomi Indonesia bisa tumbuh minus 2,1% hingga 3,5%.
"Moodys 3%, ADB 2,5% dan IMF lebih dalam estimasi ekonomi di Indonesia yaitu 0,5%," ujarnya.
