Share

Harga Anjlok, Peternak Ayam Potong Rugi

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 320 2200802 harga-anjlok-peternak-ayam-potong-rugi-9uga5UUiqo.jpg Harga Daging Ayam (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 terus berdampak di segala sektor, tak terkecuali sektor peternakan ayam potong atau dikenal juga dengan ayam ras (broiler). Kurs mata uang terhadap dolar yang kian melemah mengakibatkan harga pakan terus naik, sementara permintaan ayam dari masyarakat terus melorot, alhasil para peternak pun merugi.

Di Rangkasbitung, Lebak, Banten, ayam potong yang biasanya dijual para peternak Rp20 ribu sampai dengan Rp21 ribu per kg sekarang turun menjadi Rp13 ribu per kg bahkan sempat jatuh di harga terendah Rp9 ribu per kg.

Baca Juga: Pengangguran dan Kemiskinan Terancam Naik, Sri Mulyani Andalkan Kartu Prakerja hingga Omnibus Law

Seperti disampaikan H. Kasmin, salah seorang peternak mandiri (perorangan) di Rangkasbitung, Lebak yang terus menderita kerugian sejak merebaknya pandemi.

“Adanya virus corona ini membuat harga jual turun jauh sekali, 50% sampai 60%. Ayam kita gak laku, karena banyak warung makan tutup, orang juga takut belanja ke pasar dan mungkin juga memang gak ada uang untuk beli,” keluhnya kepada Okezone, Jumat (17/4/2020).

Baca Juga: Angka Kemiskinan Terancam Naik, UMKM Diandalkan Jadi Penyangga saat Krisis

Kekhawatirannya semakin bertambah karena saat ini di kandangnya terdapat 25 ribu ekor ayam yang setiap harinya harus tetap diberi pakan, dipotong dan didistribusikan sesuai jadwal. “Ayam di kandang harus dipotong setelah 40 hari, dan sebelum dipotong tentunya harus dipelihara dan dikasih pakan. Harga jual gak nutup dengan ongkos produksi," ungkapnya dengan nada resah.

Sebagai pelaku UMKM, Kasmin berharap ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk membantu peternak perorangan seperti dirinya. “Semoga pemerintah segera mengupayakan agar kami tetap bisa menjalankan usaha, jangan terus-terusan begini,” harapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menanggapi anjloknya harga jual ayam potong yang dialami para peternak, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lebak H. Dedi Rahmat mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk intervensi terlalu jauh. “Kewenangan untuk menentukan harga ada pada para distributor yang merupakan mitra dari PT Charoen Pokphand Indonesia. Jadi paling sifatnya kami hanya memberikan himbauan,” jelas Dedi.

Sedangkan mengenai harga jual eceran di pasaran yang tetap tinggi, Dedi mengatakan, telah mengimbau para pedagang agar tidak menjual ayam potong ke konsumen terlalu mahal. “Ya kasian lah masyarakat , apalagi dalam kondisi seperti ini, kalau naik seribu dua ribu wajar tapi kalau telalu tinggi, ya jangan,” jelas Dedi.

Sementara itu, Pemerintah melalui Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki dalam jumpa persnya di Jakarta, mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang diharapkan mampu menjadi solusi bagi para pelaku UMKM. Kebijakan tersebut diantaranya dengan memberikan relaksasi kredit cicilan, suntikan pembiayaan baru melalui KUR, stimulus pembebasan pajak selama 6 bulan dan lainnya.

“Mitigasi terhadap dampak ekonomi terhadap UMKM itu lewat dua skema, satu mekanisme ekonomi terhadap UMKM yang masih bisa bertahan, yang kedua mekanisme bansos yang memang UMKM-nya terutama di sektor mikro tidak bisa lagi berjualan ya mereka udah betul betul harus ditolong,” jelas Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini