4 Jurus Kementerian ESDM dan SKK Migas Tangkal Penurunan Produksi Migas

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 320 2202691 4-jurus-kementerian-esdm-dan-skk-migas-tangkal-penurunan-produksi-migas-NUjgPjk5Ha.jpg Minyak dan Gas Bumi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penurunan aktivitas produksi minyak dan gas bumi (Migas) di Tanah Air. Hal tersebut usai terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Mengutip data Kementerian ESDM, Selasa (21/4/2020), Pemerintah bersama SKK Migas pun tengah melakukan sejumlah antisipasi dalam menanggulangai dampak aktivitas kegiatan hulu migas di tengah pandemi Covid-19 yang disertai pelemahan harga minyak dunia, antara lain:

1. SKK Migas segera berkoordinasi dengan KKKS terkait untuk melakukan review kerja di tahun 2020. Review kerja meliputi negosiasi ulang atas kontrak-kontrak yang ada oleh KKKS demi menciptakan efisiensi biaya.

Baca Juga: KKKS Penyumbang Migas Terbesar RI

2. Melakukan comprehensive assessment terkait opsi-opsi harga minyak untuk memperhitungkan keekonomian di lapangan.

3. Mengevaluasi kembali penundaan Planned Shutdown hingga mempertimbangkan pemberian paket stimulus kepada KKKS.

4. Koordinasi dengan stakeholder terkait atas pengecualian mobilisasi barang dan personel untuk industri hulu migas selama masa pandemi Covid-19. "Dengan terus bergeraknya industri hulu migas maka dapat menjadi urat nadi perekonomian nasional ditengah perlambatan aktivitas ekonomi," pungkas Dwi.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi operasional produksi migas siap jual (lifting) nasional mencapai 1,749 juta boepd (barrel oil ekuivalen per day) atau sebesar 90,4% dari target lifting nasional sebesar 1,946 boepd hingga kuartal I-2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini