Peternak Sapi Mengeluh Penjualannya Turun 50%

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 20:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 23 320 2203926 peternak-sapi-mengeluh-penjualannya-turun-50-A7exHcqEH9.jpg Peternak Sapi di Boyolali. (Foto: Okezone.com)

BOYOLALI - Pertenak sapi perah dan sapi potong di Boyolali mulai merasakan imbas penyebaran pandemi corona atau Covid-19. Meski harga jual sapi tidak mengalami kenaikan, namun tingkat permintaan justru mengalami menurun.

Seperti diakui oleh Andi Saputro, peternak sapi potong di kawasan Pilangsari, Ngemplak Boyolali ini. Menurut Andi, harga daging sapi di pasar tradisional masih berkisar Rp 110 ribu perkilogram.

"Meski begitu daya beli masyarakatnya yang menurun. Penurunanya sampai 50%. Padahal harganya tidak stabil,"ujar Andi pertenak yang sapi peliharaannya pernah dibeli Presiden Jokowi, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga: Brasil dan India Belum Jadi Pesaing Kuat Australia dalam Ekspor Daging

Diakui oleh Andi, setelah ramai pemberitaan wabah virus Corona tepatnya pada Februari lalu, hantaman usahanya mulai dirasakan. Padahal dalam kondisi normal, sebelum Pandemi merebak, Andi biasa memotong sapi diatas 5 ekor sapi. Namun, saat ini dirinya hanya bisa memotong 2-3 ekor saja.

"Jelas ini kerasa banget imbasnya. Penurunan omzet hingga 50%," keluhnya.

Selain beternak sapi sendiri, dirinya juga mengandalkan sapi dari peternak lain yang biasa diperoleh di pasar hewan. Tapi dengan kondisi saat ini dirinya juga sudah kesulitan untuk mencari sapi potong.

Untuk memenuhi permintaan pedagang daging, dirinya harus mencari di pasar hewan. Dalam kondisi seperti ini hanya ada dua pasar hewan yang masih buka di Sragen sama Pacitan.

"Harga sapi potong saat ini memang lebih murah dari biasanya. Namun dalam sehari hanya bisa memotong 2-3 sapi saja,"terangnya.

Senada dengan Andi, salah satu peternak sapi asal Boyolali, Sarwoto juga mengeluhkan harga sapi yang menurun tajam. Untuk itu dirinya menunggu untuk tidak menjual sapinya terlebih dahulu.

"Harganya turun, permintaan pasar juga menurun sampai 50 persen. Ya ini kita sambil lihat situasinya gimana nanti. Ya sementara kita pending dulu," imbuhnya.

Ditambahkan Sarwoto, untung saja untuk pakan sapi potong miliknya tidak tergantung pakan impor. Beda dengan sapi perah yang memerlukan protein dari berbagai sumber pakan (konsentrat) lain.

"Paling tinggal beli konsentrat, harganya memang naik, tapi tidak banyak," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini