BEI Masih Tunggu BUMN dan Anak Usahanya untuk IPO

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 278 2204349 bei-masih-tunggu-bumn-dan-anak-usahanya-untuk-ipo-m8e1VYzjzm.jpg Perusahaan BUMN (Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu perusahaan-perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Pasalnya, pada tahun ini belum ada satu BUMN pun yang melakukan IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, perusahaan-perusahaan BUMN belum ada yang berminat untuk IPO. Justru para perusahaan plat merah ini melakukan penghimpunan pendanaan lewat penerbitan obligasi koorporasi dari mulai PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga PT Pegadaian (Persero).

 Baca juga: IPO, Perusahaan Arsitektur Ini Jual 20% Saham dan Kantongi Rp25 Miliar

"Kami masih menunggu perusahaan dan anak-anak usaha BUMN (untuk IPO)," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (24/4/2020)

Menurut Nyoman, memang saat ini sudah ada 26 perusahan telah mencatatkan sahamnya sepanjang 2020 ini. Sementara itu, terdapat 18 perusahaan yang masih berada dalam daftar tunggu (pipeline) IPO.

Tak berhenti sampai di situ, ada 4 perusahaan yang berencana menerbitkan obligasi atau surat utang baru. Kemudian ada juga 5 perusahaan yang akan mencatatkan efek lainnya seperti Exchange Traded Fund (ETF) dan dan 1 perusahaan Dana Investasi Real Estate (DIRE).

"Saat ini sudah terdapat 26 perusahaan baru. dan total pipeline per 23 april 2020 terdapat 28 lagi pencatat efek baru," kata Nyoman.

Dari perusahaan-perusahaan yang sudah mengajukan minatnya, terdiri dari berbagai macam sektor. Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan nama perusahaan mana saja yang sudah antre dalam daftar tunggu.

"Untuk saham dari sektor tersebut ada Agri, finance, trade service hingga properti," ucapnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini