Share

2 Stafsus Milenial Mundur, Habis Belva Terbitlah Surat Taufan

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 320 2204247 2-stafsus-milenial-mundur-habis-belva-terbitlah-surat-taufan-4hKbjys9J6.jpg Staf Khusus Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dua staf khusus milenial Presiden Joko Widodo mengundurkan diri. Belva Devara adalah yang pertama kali mengundurkan diri. Dan hari ini 'terbit' surat pengunduran diri Andi Taufan Garuda Putra atau akrab disapa Taufan.

Kedua mengundurkan diri hanya selang tiga hari. Belva mundur pada tanggal 21 April 2020, sementara Taufan pada 24 April 2020. Kedua stafsus milenial ini memutuskan untuk fokus pada profesinya.

Baca Juga:  3 Pucuk Surat Andi Taufan yang 'Terkenal'

Belva dan Andi Taufan memiliki alasan yang berbeda. Namun keduanya sama-sama 'tersandung' polemik. Belva dilatarbelakangi polemik Ruangguru sebagai mitra Program Kartu Prakerja. Kendati sudah klarifikasi kemitraan tersebut sesuai prosedur. Ruangguru adalah startup edukasi besutan Belva.

Sementara Taufan dilatarbelakangi polemik surat dengan kop Sekretariat Kabinet pada 1 April 2020, yang isinya memohon agar para camat mendukung edukasi dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk melawan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Perusahaan tersebut tidak lain adalah milik Andi Taufan.

Baca Juga:  Profil Andi Taufan yang Mengundurkan Diri dari Jabatan Staf Khusus Presiden

Kilas Balik Stafsus Milenial

Jika ditilik kembali, hadirnya stafsus di lingkungan Istana pada tanggal Kamis 21 November 2020. Kala itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Para staf khusus milenial ini merupakan pemimpin perusahaan rintisan yang memiliki prestasi di bidangnya.

"Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya, harian, mingguan, bulanan. (Mereka) berikan gagasan segar inovatif sehingga bisa cari cara baru yang melompat untuk kejar kemajuan, sekaligus menjadi jembatan saya bagi anak muda santri muda diaspora yang tersebar di berbagai tempat," kata Jokowi kala itu.

Dari tujuh stafsus milenial itu salah satunya adalah Founder sekaligus CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra. Dia adalah sosok nomor satu di perusahaan yang berbasis pionir teknologi finansial peer to peer lending.

"Andi Taufan Garuda Putra, umur 32 tahun, lulusan Harvard University. Bergerak di dunia entrepreneurship dan telah banyak meraih penghargaan atas inovasinya termasuk kepeduliannya terhadap sektor UMKM. Menjadi CEO di PT Amartha Mikro Fintek," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019).

Baca Juga: Penjelasan Seskab Terkait Mundurnya Belva Devara sebagai Stafsus Presiden

Pria yang akrab disapa Taufan ini lahir di Jakarta pada 24 Januari 1987 silam. Dia merupakan lulusan Sarjana Bisnis, Institut Teknologi Bandung dan Master of Public Administration, Harvard Kennedy School. Sebelumnya, Taufan bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services selama hampir dua tahun.

Pada tahun 2009, Taufan meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Amartha dengan berbentuk microfinance atau lembaga keuangan mikro. Hal ini Dia lakukan saat melihat banyak pelaku usaha mikro di pedesaan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses finansial.

Baca Juga:  Drama Sebabak Belva, antara Stafsus Milenial vs CEO Ruangguru

Tujuh tahun kemudian, Amartha bertransformasi menjadi tekfin p2p lending sebagai upaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan. Bahkan, tahun ini Amartha mengantongi izin usaha Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhasil menyalurkan Rp1,6 triliun kepada lebih dari 340 ribu mitra di 5.400 pedesaan

Amartha merupakan fintek dari Asia Tenggara yang mendapatkan penghargaan di SDG Finance Geneva Summit 2019 oleh United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB sebagai perusahaan yang masuk dalam kategori Growth Stage Impact Ventures (GSIV). Penghargaan itu didapat berkat pencapaiannya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pertama, yaitu pengentasan kemiskinan.

Selain Taufan, juga terdapat Belva. Dia merupakan seorang lulusan asal Harvard University dan Standford University. Hebatnya, di kedua universitas tersebut, Belva berhasil menyabet gelar master.

Hadirnya Belva ke lingkungan pemerintah rupanya sudah tercium sejak 2 tahun lalu. Kala itu, Dia bersama Nadiem Makarim sang pendiri Go-Jek.

Keduanya pernah diajak ikut rapat kabinet. Benar saja, kini Nadiem menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Belva menjadi Staf Khusus Presiden.

Baca Juga: Istana: Presiden Jokowi Menyetujui Pengunduran Diri Stafsus Andi Taufan

Sekadar diketahui, Belva mendirikan Ruangguru pada 2014 sebagai platform edtech yang menghubungkan tutor dengan siswa dan telah mengumpulkan dana Seri A dari Venturra Capital. Jumlah itu tidak diungkapkan tetapi ukuran investasi rata-rata Venturra adalah USD2 juta-USD5 juta.

Belva dinobatkan ke dalam Forbes 30 Under 30 karena usianya yang masih terbilang belia pula, yaitu 29 tahun. Adapun nominasi ini diberikan kepadanya pada 2017. Sekadar diketahui, untuk bisa masuk dalam pemeringkatan Forbes bukanlah hal yang mudah. Sebab penilaian ketat dan biasanya dihiasi nama-nama orang ‘super’.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini