Profil Andi Taufan yang Mengundurkan Diri dari Jabatan Staf Khusus Presiden

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 320 2204204 profil-andi-taufan-yang-mengundurkan-diri-dari-jabatan-staf-khusus-presiden-wMe5hAs8eu.jpg Andi Taufan (Dok Amartha)

JAKARTA - Andi Taufan Garuda Putra mengeluarkan surat terbuka akan pengunduran dirinya sebagai staf khusus Jokowi. Di mana, dirinya akan fokus dengan perusahaannya PT Amartha.

Di mana sebelumnya, Staf Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra, terkena polemik karena pada awal bulan menyurati camat di seluruh wilayah Indonesia mengenai kerja sama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Lawan Covid-19.

 Baca juga: Tanggapan Presiden Jokowi soal Pengunduran Diri Stafsus Milenial Andi Taufan

Dalam surat terbuka tersebut, Andi Taufan mengatakan pengunduran dirinya ini semata-mata dilandasi keinginan yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.

Merangkum berita Okezone, Jakarta, Jumat (24/4/2020), Andi Taufan Garuda Putra merupakan satu dari tujuh milenial yang didapuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai staf khusus (Stafsus). Pria 32 tahun itu diketahui sebagai CEO Amartha, yang merupakan perusahaan teknologi finansial yang menghubungkan pendana di perkotaan dengan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi.

 Baca juga: Giliran Stafsus Milenial Andi Taufan Mengundurkan Diri

"Andi taufan Garuda Putra, usia 32 tahun, lulusan Harvard Kennedy School, bergerak di dunia Entreprenueur banyak meraih penghargaan atas inovasi dan kepedulain di sektor UMKM, CEO Amartha MicroFintech, saya kenal beliau sata urusan Fintech," kata Jokowi waktu itu.

Taufan lahir di Jakarta, 24 Januari 1987 merupakan lulusan sarjana bisnis, ITB. Ia meraih gelar Master of Public Administration di Harvard Kennedy School. Ia sebelumnya juga bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business selama hampir dua tahun.

 Baca juga: Istana: Presiden Jokowi Menyetujui Pengunduran Diri Stafsus Andi Taufan

Ia mendirikan Amartha usai melihat banyak pelaku usaha mikro di pedesaan mengalami kesulitan mendapatkan akses finansial saat berkunjung ke desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, pada 2009 lalu. Ia pun meninggalkan pekerjaannya dengan mendirikan peruaahaan microfinance atau lembaga keuangan mikro.

Amartha bertransformasi menjadi tekfin p2p lending pada 2016 lalu sebagai upaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan. Hingga, pada 2019 lalu berhasil mengantongi izin usaha Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhasil menyalurkan Rp1,6 triliun kepada lebih dari 340 ribu mitra di 5.400 pedesaan.

Amartha berbangga dan mendukung sepenuhnya atas dilantiknya Taufan, pendiri dan CEO Amartha sebagai Staff Khusus Presiden. Berdasarkam pada pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan Taufan selama hampir 10 tahun di Amartha dan memajukan sektor UMKM, tentu dapat memberikan kontribusi, terobosan dan inovasi guna mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia," kata Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto.

Taufan diketahui banyak menerima penghargaan di antaranya Entrepreneur of the Year Finalist dari Ernest & Young, Satu Indonesia Award dari Astra Internasional, Ashoka Young Change Makers Awards, Global Shaper dari World Economic Forum, Indonesia’s Inspiring Youth and Women dari Indosat, Laureate Global Fellow, Ganesha Innovation Championship, dan UN Capital Development Fund kategori startup keuangan inovatif.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini