nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Investasi Properti saat Virus Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 26 April 2020 20:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 26 470 2205204 jangan-investasi-properti-saat-virus-corona-6AmhyG7OpE.jpeg Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Virus corona membuat para investor berbondong-bondong untuk memindahkan investasinya menuju aset yang aman. Namun, tidak dianjurkan kepada para investor untuk mengalihkan investasinya menuju properti.

Chief Economist Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, dalam situasi ini tidak tepat jika mengalihkan investasi ke sektor properti. Meski kondisi saat ini portofolio investasi yang likuid juga sedang lesu.

Baca Juga: Realisasi Investasi Tembus Rp210,7 Triliun, Asing Mulai Surut

"Dalam situasi seperti ini, krisis, itu yang dilakukan investor bukan pindah dari yang likuid ke tidak likuid. Atau buang cash terus ke properti. Yang dilakukan orang diversifikasi secara penuh. Pegang cash sedikit, properti tidak dijual, ambil portofolio lain," ujarnya dalam diskusi virtual, Minggu (26/4/2020).

Oleh karena itu, Adrian menyarankan bagi investor untuk cenderung menempatkan dananya di banyak jenis instrumen investasi. Jika sudah memiliki investasi properti lebih baik ditahan dan boleh dijual jika membutuhkan cash.

"Apakah bijak membeli properti saat ini? ya belum tentu juga. Prinsip investasi when have you money, buy the asset, and you sell the asset when you need cash," kata Adrian.

Baca Juga: China Sebut Aturan Investasi Baru India Langgar Prinsip WTO

Menurut Adrian, dalam situasi seperti ini kebanyakan para investor cenderung untuk mengamankan cashflownya. Selain itu, para investor juga lebih banyak yang memilih memegang uang cashnya.

Hal ini sangat berguna untuk belanja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, investor juga lebih memilih untuk mementingkan kesehatannya dibandingkan memilih investasi.

"Saat ini semua orang mikir buat apa ya ngumpulin harta banyak-banyak, toh mati-mati juga. Banyak orang kaya berpikir juga, nggak usah deh ngumpulin harta, lebih baik jual tapi pelan-pelan juga," kata Adrian.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini