May Day Kelam untuk Buruh pada Tahun Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Mei 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 320 2207729 may-day-kelam-untuk-buruh-pada-tahun-ini-zJiK539BCM.jpg Peringati Hari Buruh Sedunia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA- Federasi Serikat Pekerja BUMN menilai peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum bersatunya pemerintah, pengusaha dan buruh untuk membangkitkan kembali perekonomian agar tercipta lapangan kerja kembali seperti biasa

Sebab May Day tahun ini merupakan hari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di seluruh dunia yang terbesar sepanjang sejarah mengalahkan the great depression tahun 1932. Di mana akibat dampak pandemik virus corona, miliaran buruh formal dan informal kehilangan pekerjaan dan pendapatannya

“Ini merupakan May Day yang kelam bagi keberlangsungan hidup para kaum buruh. Harusnya May Day menjadi ajang kegembiraan dan perjuangan para buruh untuk mengubah nasib kesejahteraan ini akibat dampak Covid-19, malah yang terjadi buruh kehilangan pekerjaannya,” ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono, dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Baca Juga: May Day, Buruh Minta Audit Perusahaan yang Lakukan PHK di Tengah Covid-19

Menurutnya, pemerintah harus bisa memberikan semacam insetif kepada perusahaan-perusahaan yang terkena dampak Covid-19 dan harus melakukan PHK dan merumahkan buruhnya. Bisa dalam bentuk penghapusan pajak PPH buruh dan perusahaan. Menurunkan pajak pertambahan nilai agar bisa membantu keuangan perusahaan serta harga-harga barang bisa murah dan bersaing di pasar dunia.

“Pemerintah harus segera mempercepat berjalannya program kartu Pra kerja agar bisa membantu angkatan kerja baru dan wiraswatawan dari buruh yang di PHK,” ujarnya.

“Selamat Hari Buruh sedunia kawan kawan buruh. Jadikan momentum Hari Buruh untuk bergandeng tangan dengan pengusaha dan pemerintah. Jadikan Hari Buruh untuk melawan dan mencegah serta mengurangi penyebaran pandemik Covid 19 . Dengan ikuti aturan pemerintah, disiplin hidup sehat dan jangan mudah terprovokasi,” sambungnnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini