May Day, Buruh Minta Audit Perusahaan yang Lakukan PHK di Tengah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Mei 2020 10:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 01 426 2207660 may-day-buruh-minta-audit-perusahaan-yang-lakukan-phk-di-tengah-covid-19-6u6poAfZXH.jpg Audit (Reuters)

JAKARTA - Hari Buruh atau yang biasa disebut May Day membendung aspirasi-aspirasi para buruh. Namun, saat ini kondisi berbeda di tengah bawah virus Corona atau Covid-19.

Wabah tersebut telah menghambat roda perekonomian di dunia yang berimbas ke para pekerja terutama buruh. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan mengambil opsi penyesuaian, seperti tak menggaji, pekerja dirumahkan bahkan sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 Baca juga: May Day, Buruh Minta Libur Berbayar dan THR di Tengah Covid-19

Oleh sebab itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSP) Said Iqbal menyuarakan untuk tidak ada bahkan menyetop PHK di masa Krisis Kesehatan ini. Untuk itu, KSPI mendesak agar pemerintah melakukan langkah sungguh-sungguh untuk mencegah PHK.

“Perusahaan yang melakukan PHK harus diaudit oleh akuntan publik. Untuk melihat apakah benar-benar rugi atau menjadikan alasan pandemi untuk memecat buruh,” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Sampai saat ini, buruh masih tetap bekerja. Akibatnya, sudah banyak pekerja yang diduga terpapar Corona dan meninggal dunia.

 Baca juga: May Day, Buruh Tolak PHK hingga Minta Pengusaha Bayarkan THR

Dirinya mencontohkan beberapa perusahaan seperti PT Pemi pabrik komponen otomotip di Tangerang, PT Denso pabrik AC di Bekasi, PT Yahama Music di Jakarta, hingga Pabrik Rokok Sampoerna di Surabaya. Padahal kesemua daerah tersebut sudah ditetapkan PSBB.

"Tapi mayoritas pabrik belum meliburkan buruhnya," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini