Maskapai 'Kursi Kosong' Beralih Angkut Kargo, Ini 7 Faktanya

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 02 Mei 2020 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 320 2208023 maskapai-kursi-kosong-beralih-angkut-kargo-ini-7-faktanya-nGBZzTHxzO.jpg Pesawat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Maskapai penerbangan memutar otak agar bisa bertahan hidup di tengah larangan mudik Lebaran akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Kini maskapai berbondong-bondong beralih ke bisnis kargo, setelah tidak boleh melakukan penerbangan komersil angkut penumpang.

Tercatat, mulai 25 April hingga 31 Mei 2020 pemerintah melarang maskapai untuk mengangkut penumpang di wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan zona merah penyebaran COVID-19. Sementara itu, seluruh penerbangan kargo masih diperbolehkan baik itu rute domestik mau pun internasional.

Pesawat 

Hal ini sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Berikut fakta-fakta menarik soal maskapai beralih ke bisnis kargo seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

1. Maskapai Beralih ke Bisnis Kargo

 

PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan sebanyak 6 maskapai nasional yang biasanya mengangkut penumpang kini mengoperasikan penerbangan khusus angkutan kargo domestik dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

2. Daftar Maskapai Beralih ke Kargo

Maskapai-maskapai tersebut di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Citilink, Lion Air dan Airfast.

Adapun di rute internasional terdapat juga maskapai yang mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter) di Soekarno-Hatta yaitu MyIndo dan Cargolux.

 Pesawat


3. Lalu Lintas Bandara Soetta

 

Dengan armada pesawat penumpang yang kini difungsikan khusus untuk angkutan kargo itu, maka lalu lintas pengiriman barang dari dan ke Soekarno-Hatta saat ini diupayakan tetap berjalan lancar.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan beralih fungsinya pesawat penumpang menjadi untuk kargo itu mampu menjaga kapasitas angkutan di Soekarno-Hatta untuk tetap bisa mendukung kelancaran lalu lintas kargo.

“Soekarno-Hatta cukup penting dalam mendukung kelancaran logistik nasional khususnya angkutan kargo di tengah pandemi COVID-19. Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II berkomitmen menjaga kelancaran lintas kargo di Soekarno-Hatta dan bandara-bandara perseroan lainnya, baik incoming mau pun outgoing kargo di rute domestik dan internasional," ujarnya.

 

4. Koordinasi dengan Maskapai

AP II selalu berkoordinasi intensif dengan maskapai yang juga sangat berperan dalam menjaga konektivitas angkutan kargo di Indonesia, dengan mau mengoperasikan pesawat khusus penumpang untung kemudian kini mengangkut kargo.

5. Kapasitas Bandara Soetta Tangani Bisnis Kargo

 

Soekarno-Hatta merupakan bandara dengan fasilitas pengelolaan kargo terlengkap dan terbesar di antara bandara PT Angkasa Pura II lainnya. Setiap tahunnya, Soekarno-Hatta dapat mengelola kargo sekitar 600.000 ton.

Saat ini kapasitas angkutan kargo memang tidak sebanyak kondisi normal di mana penerbangan reguler cukup banyak. Namun demikian, kapasitas yang ada saat ini dinilai masih mencukupi untuk menjaga kelancaran lalu lintas kargo secara umum.

6. AP II Bidik Bisnis Penerbangan Kargo

PT Angkasa Pura II (Persero) membidik bisnis pengelolaan kargo di bandara sebagai salah satu sumber pendapatan utama perseroan pada tahun ini di tengah turunnya lalu lintas penerbangan penumpang.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan sejumlah maskapai penumpang telah menginformasikan pengajuan extra flight untuk penerbangan kargo di sejumlah bandara perseroan.

“Indikasinya memang maskapai yang mengoperasikan pesawat penumpang kini semakin fokus di bisnis kargo. Maskapai tersebut memaksimalkan utilisasi pesawat penumpang dengan mengangkut kargo di tengah pandemi COVID-19. Bahkan juga ada operator helikopter yang mulai beroperasi untuk mengangkut kargo,” kata dia

“Mungkin jika kargo bisa dimuat di kabin pesawat maka itu akan mempercepat loading dan unloading dibandingkan dengan jika kargo dimuat di lambung pesawat (belly cargo). Itu membuat keseluruhan proses menjadi lebih cepat,” ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun bandara PT Angkasa Pura II yang melayani penerbangan pesawat penumpang untuk dioperasikan khusus mengangkut kargo, antara lain Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Supadio (Pontianak), Husein Sastranegara (Bandung), dan Kualanamu (Deli Serdang).

Sepanjang kuartal I-2020, volume angkutan kargo di 19 bandara PT Angkasa Pura II tercatat rata-rata sekitar 62.000 ton/bulan. Adapun di Soekarno-Hatta sendiri volume kargo rata-rata mencapai 42.500 ton/bulan.

 

7. Bandara Soetta Stop Penerbangan Penumpang

PT Angkasa Pura II (Persero) menyampaikan bahwa operasional Bandara Soekarno-Hatta tidak ditutup melainkan hanya melayani khusus dan angkutan kargo. Sedangkan untuk angkutan penumpang komersil tidak dilayani sejak diterbitkannya aturan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini