"Perum bulog sudah mengontrak sebesar 51.300 dan diharapkan dari jumlah tersebut ada yang 21.000 adalah impor dan 29.000 dari pabrik gula dalam negeri," ujarnya.
Selain itu lanjut Airlangga, ada tambahan pasokan dari pengalihan gula rafinasi sebanyak 191.762 ton. Diharapkan dengan adanya tambahan ini harga dan stok gula pasir kembali normal.
“Kemudian pengalihan dari gula rafinasi sebanyak 191.762 ton dan ini adalah masalah repackaging dan izin peredaran, sehingga akan ada 182.762 ton yang akan masuk ke pasar,” ucapnya.
4. Belum Turun, HET Gula Tetap Rp12.500/Kg
Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto memastikan tidak akan mengubah regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula. Sebelumnya Kemendag telah mengawasi pergerakan bahan pokok, terutama gula. Pasalnya, harga gula dinilai tidak sehat.
Dia menjelaskan salah satu alasan Kemendag tak merevisi regulasi karena biaya produksi masih di bawah aturan yang ditetapkan. Selain itu, biaya produksi masih cukup terjangkau.
5. Pedagang Kesulitan Dapat Gula Pasir
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan ada beberapa pedagang yang mengalami kesulitan untuk mendapat pasokan gula pasir. Hal itu dia sampaikan usai melakukan tinjauan ketersedian bahan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta.
"Tadi di pasar saya mengecek. Mereka (pedagang), sebelum-sebelumnya agak kesulitan memasok (gula)," ujar dia.
6. 50.000 Ton Gula Konsumsi Tiba Mei
Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyebut, ada 50.000 gula impor yang akan tiba di Indonesia pada Mei 2020. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan izin impor 50.000 ton gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi kepada Perum Bulog.
"Diperkirakan masuk pertengahan Mei ini. Dan saat ini masih proses," ujar dia.
(Feby Novalius)