Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amazon Ingin Bangun Pasar Digital di Indonesia, Ini Faktanya!

Taufik Fajar , Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2020 |08:10 WIB
Amazon Ingin Bangun Pasar Digital di Indonesia, Ini Faktanya!
Amazon (Reuters)
A
A
A

JAKARTA - E-Commerce terbesar di Amerika Serikat, Amazon ingin membangun pasar digital di Indonesia. Hal ini akan diprioritaskan berfokus dengan UMKM.

Amazon Web Services (AWS) mengumumkan kehadiran Outposts, solusi arsitektur hibrida yang diklaim akan mampu mengoptimalkan seluruh fleksibilitas dan keunggulan pada layanan komputasi awan AWS dengan pengelolaan on-premise di Indonesia.

Indonesia merupakan negara baru yang ditambahkan pada daftar negara yang dapat menggunakan region Singapura. Nantinya terhubung dari titik konektivitas.

 Baca juga: Lirik Indonesia, Amazon Diminta Perhatikan Bisnis UMKM

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyatakan, bila Amazon masuk ke Indonesia dengan menggunakan data dari jaringan penjual pihak ketiga seperti yang dilakukan di Amerika Serikat, maka akan berdampak besar bagi pelaku UMKM yang ada di Indonesia.

Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (3/5/2020), berikut fakta-fakta yang harus dilakukan Amazon jika ingin masuk ke pasar Indonesia:

1. Akan Berdampak Besar ke UMKM

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyatakan, bila Amazon masuk ke Indonesia dengan menggunakan data dari jaringan penjual pihak ketiga seperti yang dilakukan di Amerika Serikat, maka akan berdampak besar bagi pelaku UMKM yang ada di Indonesia.

Sebab, perlu ada aturan main yang adil dan berimbang untuk melindungi pedagang dan UMKM lokal di platform online, terutama mengingat mereka adalah salah satu pilar yang menopang perputaran roda ekonomi di tengah pandemi seperti sekarang ini.

2. Pengusaha Indonesia Belum Tahu Arah Amazon ke Indonesia.

 

Sampai saat ini asosiasi saja belum mengetahui arah Amazon membuka di Indonesia, apakah bentuknya dalam e-retail atau marketplace seperti yang dijalankan e-commerce yang sudah banyak berdiri di Indonesia.

"Jadi kita belum tahu bentuk yang ingin mereka (Amazon) jalankan di Indonesia. Apakah e-retail atau marketplace? Yang pasti kalau mereka menggunakan data dari jaringan penjual pihak ketiga dalam menjalankan e-retail maka akan ada dampaknya bagi pelaku UMKM yang ada di Indonesia," kata Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung.

3. Amazon Diminta Jangan Gunakan Private Label

asosiasi sudah pernah bilang kepada semua e-commerce yang mau masuk ke Indonesia, jangan pernah menggunakan private label. Tujuannya, sambung dia, agar pelaku UMKM lokal masih bisa tetap berjalan dan tidak tersaingi oleh banyaknya gempuran yang datang dari luar Indonesia.

"Pemerintah juga belum membahas private label itu. Hinggat saat ini e-retail sendiri atau mereka yang menjalankan private label sudah banyak di Indonesia. Seperti e-retail raksasa Matahari dan sebagainya sudah private label di Indonesia," terang Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung.

 

4. Amazon Diminta Tetap Netral dan Dukung UMKM

Ekonom Indef Enny Sri Hartati berharap kepada setiap platform e-commerce yang mau membuka investasinya di Indonesia, agar tetap netral dan mendukung kemajuan UMKM lokal yang sudah tumbuh berkembang di Indonesia.

5. Presiden Jokowi Minta Siapkan Regulasi soal Investasi Data Center ke Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk menyiapkan regulasi atau aturan main soal investasi data center yang ingin masuk ke Indonesia.

“Kita tahu saat ini banyak startup-startup kita yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh sangat pesat masih menggunakan data center di luar negeri,” ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas membahas Pengembangan Pusat Data Nasional di Kantor Presiden 28 Februari 2020.

Kalau data center itu ada di Indonesia, menurut Presiden, akan banyak manfaatnya, lebih cepat, lebih aman dan membantu untuk local troubleshooting dalam pengembangan sistem yang bisa dilakukan dengan lebih cepat.

“Saya melihat banyak pemain-pemain global seperti Microsoft, Amazon, Alibaba, Google sangat tertarik masuk dan bahkan sudah mulai mengembangkan data center-nya di Indonesia,” tutur Presiden.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement