JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 diprediksi mencapai di bawah 4,5%. Prediksi ini tidak jauh berbeda dari ramalan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, ramalan pertumbuhan ekonomi di bawah 4,5% dikarenakan data dan indikator ekonomi pada awal tahun yakni Januari dan Februari masih cukup positif. Namun pada Maret, seluruh indikator ekonomi khususnya yang berasal dari sektoral mulai mengalami penurunan secara drastis.
"Kalau dilihat dari data sektoral itu kelihatan banyak sekali perkembangan yang Januari Februari masih positif tapi di Maret itu baru mulai drop karena itu saya melihat katakanlah di bulan Maret itu langsung drop jadi angkanya masih di atas 4% tapi masih di bawah 4,5%," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga: Siap-Siap, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2020 Akan Diumumkan
Salah satu contohnya adalah pada sektor transportasi, adanya pandemi corona membuat pemerintah harus melakukan pembatasan penerbangan menuju beberapa negara yang menjadi episentrum virus corona. Hal ini pun memiliki efek domino pada sektor pariwisata yang langsung anjlok.
Berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan mancanegara pada Maret 2020 hanya 470,9 ribu saja. Angka ini anjlok 45,5% jika dibandingkan bulan Februari yang mencapai 885 ribu kunjungan wisman.
"Perkembangan ini selain karena perkembangan beberapa sektor transportasi turun drastis. Pariwisata, perdagangan barang dan jasa, bulan-bulan terakhir di bawah 50," ucap Tauhid.
Baca Juga: Skenario Terburuk Perekonomian di Mata Sri Mulyani, Ini Faktanya
Kemudian lanjut Tauhid, kinerja industri juga mulai terganggu akibat pandemi ini. Beberapa pabrik harus mengalami penurunan pada jumlah produksi sehingga berpengaruh pada angka ekspor yang hanya naik tipis di bulan Maret 2020.
"Yang jelas transportasi, kemudian kalau kita lihat pariwisata jelas, industri juga turun. Perdagangan turun," kata Tauhid.

Memang menurutnya, virus corona pertama kali masuk ke Indonesia pada akhir Maret 2020. Namun, Indonesia sudah mulai merasakan dampak pandemi dari global.
Mengingat beberapa negara sudah ada yang lebih dahulu terkena dampaknya. Salah satu contohnya China yang sudah lebih dahulu merasakan pandemi ini yang berefek pada indikator ekonomi negara lainnya termasuk Indonesia.
Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan negara lain, ekonomi Indonesia masih relatif tumbuh lebih tinggi di kuartal I-2020. Sebab Indonesia baru merasakan dampak virus Corona pada bulan ketiga tahun ini.
"Tapi kalo dibandingkan dengan negara lain kenapa kita masih untuk karena negara negara lain lebih duluan kena covidnya. Mereka sudah positif pada bulan Januari atau enggak Februari awal yang separuh dari pertumbuhan ekonomi mereka lebih di pangkas. Kalau kita kan Maret mulai rata," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.