Share

Memanasnya Hubungan AS-China Sempat Tekan Rupiah

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 278 2209878 memanasnya-hubungan-as-china-sempat-tekan-rupiah-TCEYglO683.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone.com)

JAKARTA โ€“ Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ada beberapa faktor teknikal yang membuat Rupiah kembali ke level Rp15.000 per USD. Pekan kemarin, Rupiah sempat menguat ke level Rp14.000 per USD.

Perry menjelaskan faktor teknikal seperti news bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Salah satu yang kemarin menjadi sentiment negatif adalah berita memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan China.

Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp15.077 per USD

โ€œHari Senin karena ada berita negatif antara lain ketegangan AS dan China yang kemudian dari Trump melihat ada kemungkinan virus corona dari Wuhan, juga berita ketengahan Korea Utara dan Korea Selatan itu yang membuat Rupiah ditutup ke Rp15.050 per USD,โ€ kata Perry dalam telekonferensi, Rabu (6/5/2020).

Namun Rupiah berhasil terangkat oleh berita positif dari AS yang menyebut beberapa kota mulai membuka kegiatan ekonominya kembali. Hal ini membuat Rupiah kembali menguat ke level Rp15.030 per USD.

โ€œDalam jangka pendek memang akan naik turun dipengaruhi oleh faktor teknikal faktor news yang terjadi di jangka pendek,โ€ tukasnya.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah, Kembali ke Level Rp15.100/USD

Untuk diketahui, mengutip Bloomberg Dollar Index pukul 09.16 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 2,5 poin atau 0,02% ke level Rp15.077 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp15.060-Rp15.077 per USD.

Sementara itu, Yahoo Finance mencatat Rupiah berada di level Rp15.099 per USD. Rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp15.099-Rp15.099 per USD.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini