JAKARTA – Indeks dolar AS memperpanjang kenaikan pada perdagangan kemarin di tengah melemahnya euro. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,4% pada 100,1027 pada akhir perdagangan.
Euro berada di bawah tekanan setelah Mahkamah Konstitusi Federal Jerman meminta Bank Sentral Eropa untuk membenarkan program pembelian obligasi besar-besaran dalam waktu tiga bulan.
Baca Juga: Bursa Saham AS Lanjutkan Penguatan
Melansir Xinhua, Kamis (7/5/2020), pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0803 dari USD1,0851 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2344 dari USD1,2450 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6415 dari USD0,6457.
Dolar AS membeli 106,07 yen Jepang, lebih rendah dari 106,49 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9749 franc Swiss dari 0,9717 franc Swiss, dan naik menjadi 1,4121 dolar Kanada dari 1,4025 dolar Kanada.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Ikuti Pergerakan Pasar Saham
Di sisi data, perusahaan data penggajian AS, Automatic Data Processing, Inc. melaporkan bahwa perusahaan swasta di Amerika Serikat mengurangi sekitar 20,2 juta pekerjaan pada bulan April karena pandemic covid-19 terus bergejolak di seluruh negeri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.