JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 kembali memakan korban. Kali ini Stoqo Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan rintisan (startup) lokal yang harus berhenti beroperasi alias tutup.
Stoqo, startup yang bergerak di sektor bahan pangan atau sembako. Startup ini memasok bahan-bahan pangan segar seperti cabai, telur hingga bubuk kopi ke outlet makanan atau restoran
Hal ini diungkapkan Stoqo melalui situs resmi perusahaan. Stogo berhenti beroperasi karena pendapatannya turun drastis akibat pandemi virus corona. Demikian seperti dilansir The Star, Jakarta, Jumat (8/5/2020).
Baca Juga: Setelah KFC, Kini McD Tutup di Tengah Virus Corona
Tutupnya Stoqo menjadi bukti nyata bahwa perusahaan startup mengalami kerugian dengan turunnya pendapatan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona.
Hal ini membuat para startup memaksa mereka untuk memotong gaji dan pekerjaan untuk menangani krisis keuangan.
Baca Juga: McD Sarinah Tutup Selamanya, Netizen: Banyak Kenangan
Traveloka yang berbasis di Jakarta, layanan perjalanan online terbesar di Asia Tenggara juga memecat sekitar 80 karyawan di Singapura sebagai bagian dari langkah-langkah pemotongan biaya yang luas.