Penyaluran Bantuan Likuiditas via Bank Himbara Rawan Conflict of Interest

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 320 2211859 penyaluran-bantuan-likuiditas-via-bank-himbara-rawan-conflict-of-interest-JSg25Uqo6Z.jpg Perbankan. Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Komisi XI DPR RI menilai Bank BUMN tidak bisa digunakan sebagai penyalur bantuan likuiditas yang dipakai untuk program penyelamatan ekonomi. Pemanfaatan Himpunan Bank Negara (Himbara) justru menunjukkan adanya pelanggaran atas prinsip moral hazard dan akan memyebabkan terjadinya conflict of interest.

Anggota Komisi XI DPR RI M Misbakhun meragukan jika bank milik pemerintah jadi mengurus keperluan likuiditas bank lain dan mengurus restrukrisasi kredit nasabah bank lain. Sementara pada saat yang bank anggota Himbara harus mengurus restrukrisasi kredit atas nasabahnya sendiri.

Baca juga: Buktikan Siap Hadapi Tantangan Ekonomi, Perbankan Siap Jalani Stress Test

“Akan ada conflict of interest yang kuat dengan di bank-bank lain apabila punya hubungan kredit sindikasi bersama dengan bank Himbara. Konsep ini sangat sulit untuk dilaksanakan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa antar anggota KSSK miskin ide dan tidak punya gagasan baru yang solutif yang membantu sektor riil untuk bangkit kembali. Seharusnya, lanjut dia, program penyelamatan dan pemulihan ekonomi tidak boleh membuat sistem perbankan sakit karena skema pemulihan yang dibuat tidak ideal dan dipaksakan sebagai kompromi antar anggota KSSK yang masih menjaga hegemoni egosentris lembaganya saja.

Baca juga: Industri Perbankan Belum Terlalu Terpengaruh Virus Corona

“Hasil rapat Komisi XI dengan KSSK pada 6 Mei 2020 sudah membuat kesimpulan yang jelas bahwa pemerintah harus membuat prakiraan biaya yang digunakan untuk program pemulihan ekonomi dimana setiap kebijakan, regulasi dan aturan operasional pelaksanaannya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Komisi XI,” tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini