nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut Buka-bukaan soal Berdamai dengan Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 07:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2217774 menko-luhut-buka-bukaan-soal-berdamai-dengan-covid-19-Ku31RIq38J.jpg Menko Luhut (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan buka-bukaan soal istilah berdamai dengan virus corona atau Covid-19.

"Berdamai dengan covid esensinya benar karena menurut WHO, Covid-19 ini tidak akan habis sebelum ada vaksinnya. Berdamai itu maksudnya adalah, tetap patuh terhadap protokol kesehatan, pola hidup masyarakat pun harus banyak berubah, harus berpola hidup lebih bersih dan lebih sehat. Saya mohon ini benar-benar disosialisasikan, terutama kepada para mahasiswa untuk disampaikan kepada masyarakat,” ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: Kebijakan Atasi Covid-19 Disebut Tak Konsisten, Menko Luhut: Kita Belum Ada Pengalaman 

Luhut pun kembali mengingatkan, walaupun grafik Covid-19 sudah menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan dan riset juga menunjukkan adanya gelombang kedua.

“Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang kedua dan masyarakat tetap displin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada, kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat, ini penting sekali,” katanya.

Baca Juga: Jokowi: Sampai Ditemukannya Vaksin, Kita Harus Hidup Berdamai dengan Covid-19

Menurutnya, setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dalam hal penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, dan menurutnya, setiap kebijakan itu telah melalui kajian yang cermat dan mendalam, dengan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan dinamika yang terjadi.

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan, karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan," ujarnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini